Sekarang Kenzo duduk sudah menghadap bu Lenia. Entah kenapa tiba-tiba ia di panggil ke ruang guru untuk bicara 4 mata padanya.
"Kenzo? Ibu mau tanya sama kamu." Bu Lenia duduk di kursinya.
Kenzo mengangguk sedikit gugup. Ada masalah apa lagi ini? Sampai ia harus di panggil ke ruangan yang jarang ia masuki terkecuali ada tugas mata pelajaran. "Tanya apa Bu? Tanya aku pacar siapa lagi? Mau nanya aku belok atau enggaknya?"
Bu Lenia terkekeh kecil. "Hahah enggak, justru kami rekan kerja di sekolah ini ternyata sudah tertipu sama kamu, Ken..."
"Maksudnya, Bu? Aku udah nipu? Nipu gimana?" Kenzo curiga, kalau guru-gurunya tahu soal pengakuannya yang di sebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab.
Memang, gosip tentang Althea dan video itu sudah mulai tenggelam karena adanya video terbaru yang lebih menyakitkan. Tapi tetap saja nama Althea masih tenar di kalangan tua maupun muda.
"Bener ya kata orang, seseorang bisa merubah seseorang yang mencintainya dengan begitu mudah," balas Bu Lenia.
Kenzo terlihat bingung. "Maksudnya Bu? Bisa langsung aja gitu?"
Bu Lenia menghela nafas panjang. "Ini apa?" Ia menunjukkan sebuah video dimana ia memeluk Althea dan berteriak menjelaskan. "Jujur Ibu kecewa sama kamu. Kamu ternyata cowok yang ada di video itu."
Tubuh Kenzo menegang. Ia sangat malu. Bahkan itu bukan dirinya, tapi kenapa jadi ia yang harus bertanggung jawab atas semua ini? Apa ini takdir atau pilihan? Yang jelas ia bingung dan buntu. Sekarang ia hanya diam tak bisa menjawab. Pasti akan selalu salah.
"Padahal awalnya kamu senang kamu normal, Ken... setelah humor kamu punya pacar cantik, atas gelang yang kamu pakai melekat jelas bau parfum perempuan," ujar Bu Lenia jujur seraya membuang nafas panjang. "Tapi justru kami kecewa lagi saat guru-guru SMA AS menghubungi Ibu dan Bu Vania walikelas kamu yang ternyata kamu udah bikin murid disana kena masalah besar dan di tambah sekarang dia lagi berbadan dua."
Kenzo mengangguk. Ia memberanikan diri mendongak melihat mata bu Lenia walau sedikit takut. "Bu... apa aku di panggil ke sini untuk di DO?"
"Tidak. Ibu hanya ingin kejujuran kamu. Ibu tau kamu anak baik. Masa kamu tega hancurin masa depan seseorang demi kenikmatan sesaat hanya kamu yang merasakannya tanpa berbekas," balasnya. "Jadi tolong jujur, Ken... itu bukan kamu, kan?"
Kenzo terdiam cukup lama. Ingin sekali ia mengangguk. Tapi ia harus memikirkan konsekuensinya depan belakang kalau ia jujur. Gimana efek baik dan buruknya.
"Ayo ngomong. Meski itu benar, ibu tidak akan mengeluarkan kamu dari sekolah ini karena mereka memohon untuk itu." Bu Lenia cukup lama menunggu jadi ia sedikit muak. "Ayolah Ken!"
Kenzo menarik nafas lalu membuangnya perlahan. "Itu benar, Bu. Aku pelakunya, aku yang melakukannya di acara pesta ulang tahun aku. Kalau ibu tidak percaya, aku pernah memosting sebuah kiriman di instagram kala itu."
"Jadi apakah kamu menyukainya karena dia mirip Mathea?"
Kenzo menggeleng. "Tidak. Dari awal ketemu aku ngerasa ada yang beda sama dia. Tapi temen aku ngasih aku sesuatu dalam segelas air minum terus aku pusing dan gak inget apa-apa."
"Kamu di jebak?"
"Bisa di bilang begitu."
Bu Lenia punya sedikit rencana. "Kalau gitu, kamu mau menikahinya?"
"Iya. Bagaimanapun juga lelaki sejati itu adalah orang yang bisa memegang ucapannya dan juga melakukan tanggung jawabnya."
Bu Lenia mengangguk. "Ibu tak ingin masa depan kamu jadi kalang kabut. Apalagi aib kamu udah tersebar, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHEA [End]
Teen FictionAlthea dan Mathea itu kembar identik. Sulit sekali membedakan wajah 2 perempuan ini. Terkecuali sikap dan karakter mereka yang bertolak belakang. Althea sederhana sedangkan Mathea mewah. Hingga suatu hari, perceraian memisahkan keduanya. Althea ikut...
![ALTHEA [End]](https://img.wattpad.com/cover/296612567-64-k797124.jpg)