6#Pita Merah Kesayangan

16.9K 1.3K 670
                                        

Gais!

Sorry banget ya agak ngaret padahal udah sampe target. Ada sedikit problem jadinya baru sempet. Yu langsung baca!!

Pembaca yang baik adalah mereka yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

"Julian, si anak bontot kesayangan pulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Julian, si anak bontot kesayangan pulang.."

Pekikkan bernada riang nan kekanakan itu terdengar seiring pintu utama rumah terbuka. Julian boleh saja menjadi seekor singa yang merangkap sebagai ketua di penjuru markas besar, namun ketika berada di rumah dia hanya bagaikan seekor kucing yang merindukan pelukan Mama.

Tidak seperti sebelumnya, senyuman Julian justru memudar begitu langkah kakinya berpijak di ruang tamu. Mom Jess duduk lesehan di sana bersama sebuah koper hitam besar yang dihamburkan isinya sebagian.

Praktis Julian panik. Tanpa membuka sepatu ia berlari terbirit-birit. Hanya untuk memeluk sisi tubuh Mommy disusul tangis. "Mom mau kemana?! Kenapa bawa koper segala?"

"Ini Juli anak bontot Mom Jes udah pulang. Jangan lagi ngerasa kesepian, Mom. Besok-besok Julian janji nggak akan pulang malem lagi." Julian melirih dengan wajah nelangsa.

"Apaan sih kamu, Ju?!"

"Rumah kita itu gede, Mom. Cuma Mom Jes satu-satunya perempuan di rumah segede ini yang bikin Paps Jun, Bang Juan, Juna sama Julian merasa nyaman. Jadi jangan tinggalin kita, Mom. Kalau mau minggat, minggat yang deket-deket aja."

"Heh! Kamu ngomong apaan sih, Julian?" Mom Jess mulai kesal. Lantas digoyangkan tubuhnya agar pelukan Julian terlepas.

Mendengar itu Julian segera melepaskan pelukan. Menatap Mom Jes nanar yang dibalas wanita itu dengan menghela napas panjang. "Dimana?

"Apanya?"

"Kerasukan dimana pulang-pulang jadi macam jin begini?"

"Lah, ini Mom mau minggat kan?"

Detik berikutnya sang Mama malah tertawa. Lalu menggeleng-gelengkan kepala. "Julian... Julian... siapa juga yang mau minggat? Punya suami ganteng, anak-anak lelaki pintar dan penyayang kayak kamu, Juna dan Bang Juan masa iya Mom mau tinggalin gitu aja?"

Seperti layaknya dipuji seorang terkasih, Julian tersenyum tipis dengan hati menghangat sebab rasanya tidak ada yang lebih menenangkan dibanding ucapan sayang berbalut canda dari Mommy. Wanita itu selalu bisa menjadi pelita di rumah yang hanya ditinggali tiga orang lelaki ini.

Meski kini Julian masih penasaran terkait apa yang saat ini Mom Jes lakukan. "Terus Mom ngapain keluarin koper ini?"

"Lagi milihin baju bayi."

Lalu tak lama, wanita separuh baya dengan kerut samar yang tak mengurangi kadar kecantikannya di mata Julian itu menoleh sebentar. "Kamu aja yang pikirannya terlalu jauh. Minggat-minggat segala. Mom cuma ke warung depan komplek aja dicariin kemana-mana."

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang