56# Balas Dendam

1.2K 51 6
                                        

Pembaca yang baik adalah mereka
yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

"I'm gonna pack my things and leave you behindThis feeling's old, and I know that I've made up my mindI hope you feel what I felt when you shattered my soul'Cause you were cruel, and I'm a fool, so please let me go"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"I'm gonna pack my things and leave you behind
This feeling's old, and I know that I've made up my mind
I hope you feel what I felt when you shattered my soul
'Cause you were cruel, and I'm a fool, so please let me go"

Lagu berjudul i love you so 2014 mengalun serentak di tengah malam sekitar pukul sebelas. Reff dinyanyikan dengan hentakan penuh emosional diringi petikan gitar. Markas tampak ramai dan mereka memutuskan untuk berkumpul sebelum mengadakan perang.

"But I love you so (ooh)
I love you so (ooh)
I love you so (ooh)
I love you so"

Suara mereka kian terdengar ramai tatkala menyanyikan lirik yang bersahut-sahutan. Beberapa anggota lain justru sibuk membawa makanan dan mulai ngobrol. Yang paling berisik adalah Rainer. Setelah sok bernyanyi inggris padahal liriknya tidak hapal-hapal amat, lelaki itu mulai memetik senar gitarnya untuk menyanyikan lagu 'Sempurna'

Dengan wajah sumringah kayak besok mau nikah.

"Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna"

"Yaelah, curiga nih gue si Rainer dapet janda kembang."

"Sorry gue demennya sama gadis, emang Arsenal apa aja diembat." Lagi asik nyanyi pun Rainer rela berhenti untuk menyahuti guyonan Gama.

Arsenal yang tengah mengunyah bakwan melirik sinis. Pipinya mengembung penuh jadi dia tak menjawab apapun. Sementara Abrisam yang tadi ikut bertepuk-tepuk tangan meramaikan suasana mulai memperhatikan gelagat Rainer. Lelaki yang baru pulang dari tugasnya itu balik menatap Abrisam dengan senyum yang tak juga sirna.

"Apa? Lo balikan sama Ansel?" tembak Abrisam. Si kalem ini memang tak pernah berbasa-basi.

Seketika, Julian dan Gentala yang semula minum sambil mengobrol ringan menoleh kompak ke arah yang sama. Rainer menyengir kuda. Julian sebagai ketua segera mendekat untuk bertanya lebih lanjut. "Siapa tadi yang balikan?"

"Enggak tau gue, Arsenal kali sama pacarnya yang ke sepuluh," tukas Rainer mengalihkan pandangannya ke makanan di depan.

"Gue lagi, gue lagi, anying," gerutu Arsenal.

"Lo diem aja disenggol, Nal," tambah anggota yang lain seraya tertawa.

"Lo boleh balikan sama Ansel, asal kasih gue alasan yang masuk akal," ujar Julian membuat para anggota menoleh dan menyorakinya bangga.

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang