76#Pertarungan di bawah Hujan

671 42 3
                                        

PART BERIKUTNYA ADALAH PART TERAKHIR!!

Hai pembaca Limerence!

Kalau yang udah follow instagram aku, pastinya tau lebih dulu. Yaps, Limerence bakal terbit dan kemungkinan besar cerita bakal dilanjutkan di sana. Pastinya bakal lebih lengkap juga.

Tapi nantinya bakal ada extra part yang aku bikin khusus untuk versi Wattpad dan sudut pandang tokoh yang berbeda kaya cerita dari Abrisam atau teman yang lainnya. Jadi jangan langsung dihapus dari perpustakaan ya!

Dan wajib banget follow instagram aku, soalnya aku bakal lebih sering update di sana. Mengenai info seputar Limerence, give away dan masih banyak lagi.

Pembaca yang baik adalah merekayang tau caranya menghargai karya orang lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pembaca yang baik adalah mereka
yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

Pagi milik Marsha kali ini jauh lebih cerah daripada hari biasanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi milik Marsha kali ini jauh lebih cerah daripada hari biasanya. Matahari merambat naik hingga pendar cahayanya masuk melalui celah jendela. Marsha mengerjapkan mata bangun dengan sisa-sisa tenaga yang tersisa setelah malam panjang bersama Julian. Ah, lelaki itu. Marsha meraba samping kasur dan tidak menemukannya di sana.

Mungkin Julian tengah bermain dengan Jenderal, sebab hari ini adalah hari minggu. Sudah menjadi kebiasaan lelaki itu mengajak putranya untuk bermain di taman komplek. Lantas Marsha beranjang turun. Bau masakan segera menyerbu indah penciumannya begitu sampai ke dapur.

Rupanya Julian—suaminya tengah bergulat dengan segala rempah di sana.

Dia tampak sedang mencicipi masakan yang bergolak di panci. Mengangguk-angguk setelah merasa bumbu sudah pas di lidah. Siluet tubuhnya yang tinggi tegap tampak terkena cahaya matahari. Membuat Marsha entah keberapa kalinya ingin sekali memuji. Suaminya tampak berbeda dari mereka sekolah dulu. Kali ini dia tampak lebih dewasa tapi juga tetap lucu.

Wajahnya yang kharismatik itu menoleh. Dan Marsha tidak menyiapkan sesuatu yang mendadak itu. Jadi dia seperti tetangkap basah oleh sepasang netra Julian.

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang