29#Fakta Tak Terduga

2.3K 135 39
                                        

Pembaca yang baik adalah mereka
yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

Setelah menguncir setengah rambutnya, Marsha menjepit kunciran itu dengan jepitan pita merah seperti biasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah menguncir setengah rambutnya, Marsha menjepit kunciran itu dengan jepitan pita merah seperti biasa. Ia baru saja selesai mandi dan rapi-rapi pagi hari ini sebelum berangkat sekolah.

Gadis itu keluar dari kamar menuju meja makan di dalam rumahnya yang minimalis. Dilihatnya sang ibu sedang melipat pakaian sambil menonton televisi. Ia mengambil tempat duduk dan segera menyantap sarapan. Kabar baiknya, pagi hari ini Galen belum terbangun jadi ia tidak akan mendapat tawaran paksa untuk diantar olehnya.

"Anak-anak jaman sekarang, mereka pikir nikah itu gampang?"

Marsha menoleh ke arah Mamanya setelah mendengar dengusan kasar serta ocehan Miranda. Rupanya sang ibu sedang menonton berita soal anak-anak remaja yang banyak menikah muda sebab pergaulan bebas. 

"Kamu belajar yang bener, Sha. Mama udah bayarin sekolah kamu mahal-mahal," lanjut Miranda menatap galak ke arah Marsha.

Karena tidak mau memperumit Mamanya yang kerap mengomel setiap hari, Marsha memilih mengangguk-angguk saja. Namun beberapa detik setelah itu, Miranda berjalan cepat ke arahnya dan bertanya tiba-tiba.

"Oh iya, Sha. Kamu kenal sama anak lelaki yang namanya Julian?"

Marsha berhenti mengunyah. "Kenapa emang, Ma? Ko mama bisa tau Julian?" herannya.

"Bukan apa-apa. Mending kamu nggak usah bergaul sama yang namanya Julian Julian itu, Sha. Mama rasa dia bukan cowok yang baik."

Kening Marsha kian mengerut bingung. "Loh? Kenapa gitu? Mama ketemu sama Julian? Dia bilang apa?"

Miranda terlihat malas dan muak sekali membahas soal Julian sebab remaja yang baru ditemuinya beberapa hari yg lalu itu menggiring opini yang tidak-tidak soal suaminya, Galen.

"Pokoknya Mama nggak suka kalau kamu deket-deket sama dia. Udah, abisin sarapannya terus berangkat," ujar Miranda sebelum melenggang pergi.

Meninggalkan Marsha yang masih berkutat dengan pikirannya. Mungkin ia harus bertanya pada Julian secara langsung. Sebab lelaki itu juga yang kerap membantunya dan bukan tidak mungkin jika Julian juga berniat membantu menyadarkan Mamanya dari orang seperti Galen.

Akan tetapi Miranda seakan buta. Alih-alih menginterogasi Galen sang suami, wanita separuh baya itu justru memperingati Marsha untuk menjauhi Julian. Entah pelet apa yang digunakan pria itu, juga apa yang merasuki pikiran Miranda sekarang.

Yang pasti, Marsha akan berbicara dulu pada Julian. Ia segera menghabiskan sarapan dan berpamitan pada Miranda untuk berangkat sekolah.

****

Hari Jumat kali ini cukup panas. Di siang hari yang terik, para siswa Pandawa yang muslim menjalankan ibadah sholat Jumat di mushola sebelum berlarian menuju kantin saat jam istirahat tiba.

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang