50#Pertemuan Dua Keluarga

1.2K 70 11
                                        

Pembaca yang baik adalah mereka
yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

Hari ini, keluarga Julian dan Marsha berkumpul dikediaman Julian sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini, keluarga Julian dan Marsha berkumpul dikediaman Julian sendiri. Membahas bagaimana rencana untuk anak mereka kedepannya nanti. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, jadi abang-abangnya juga bisa ikut bermusyawarah.

Jika keluarga Julian sudah mengambil tempat duduk masing-masing, maka Marsha yang datang dengan Galen dan Miranda justru dibuat malu oleh ibu dan ayah tirinya itu. Sejak pertama masuk ke dalam rumah besar Julian, mata mereka tak berhenti menatap sekililing.

Atap yang tinggi, pilar-pilar yang besar, lampu ruang tamu yang mewah dan terbatas, juga sofa yang empuknya mengalahkan kasur. Jika boleh berkata, mereka sepertinya senang walaupun dengan keadaan seperti ini setidaknya calon suami Marsha itu berasal dari keluarga kaya raya.

"Karena usia kandungannya sudah lima bulan, berarti intinya Marsha akan tetap melahirkan," ujar Juan singkat begitu mereka saling menghadap.

Miranda mengangguk. "Kalau bisa, Marsha juga harus mendapat fasilitas dirumah sakit yang bagus. Peralatan bayi dan rumah."

"Rumah?" Semua anggota The J Family terperangah. Termasuk sang Ayah, Ajun yang kini duduk disamping istrinya menghadap Miranda dan Marsha.

"Iyalah, Pak. Bapak yang benar aja, anak saya nih anak gadis bukan janda yang udah punya anak tiga. Marsha juga harusnya akan kuliah kedokteran buat ngelanjutin cita-citanya. Tapi karena kesandung kesalahan begini, dia jadi terpaksa harus berkorban buat masa depan," ujarnya dengan nada tidak terima.

Marsha menatap heran ibunya yang duduk tepat disampingnya. Entah campur tangan dari si sinting Galen atau apa, Miranda seperti ingin di cap ibu luar bisa yang sungguhan akan menyekolahkannya di fakultas kedokteran. Walaupun yang terdengar justru sebaliknya, mengharap banyak keuntungan karena anaknya itu masih gadis.

"Bu, yang buat kesalahan bukan cuma anak saya, Julian. Tapi mereka berdua, kenapa jadi seakan-akan anak saya aja yang udah bikin salah." Mom Jess tidak tinggal diam. Wanita separuh baya itu langsung menyahut sambil mendengus.

"Moms udah, bu, mungkin kita bisa bicarakan baik-baik tanpa harus menyinggung anak masing-masing."

"Anak muda ...Ini bukan soal menyinggung." Galen tiba-tiba saja ikut nimbrung. "Istri saya cuma melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang ibu ketika anaknya terjerumus. Marsha ini juga satu-satunya harapan ibunya. Wajar kalau ibunya kecewa."

Marsha ingin muntah mendengarnya. Ia sendiri bingung harus menghilangkan Galen yang membandel dari ibunya dengan cara apa. Rasanya mulut-mulut manipulasi Galen inilah yang membuat Miranda jadi seakan ingin menikmati kekayaan milih The J Family.

Paps Jun menghembuskan napas berat. Tak pernah ia duga ia akan mengalami hal seperti ini sebagai seorang ayah. Semuanya masih sulit ia terima, bahkan sejak tadi yang lebih banyak bicara adalah Juan dan Juna. Ayah tiga anak itu kemudian menatap Julian datar. "Terus gimana sekolah kalian?"

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang