61#Sudah Hari Kelulusan, Kawan

874 47 1
                                        

Pembaca yang baik adalah mereka
yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

Setiap pertemuan-pertemuan manis itu, ternyata di ujungnya akan disambut dengan perpisahan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setiap pertemuan-pertemuan manis itu, ternyata di ujungnya akan disambut dengan perpisahan. Siapapun tentu tak akan pernah siap. Tak akan pernah ingin, tetapi ini ternyata diharuskan untuk masa depan.

Gedung bertingkat milik SMK Pandawa yang biasanya diramaikan oleh para siswa yang berlau lalang, kini sepi lenggang. Bahkan ruang kelas dua belas yang dihuni Julian serta kawan kawan yang biasanya gaduh kini tampak bisu. Usai melaksanakan ujian nasional, seluruh murid SMA Pandawa berkumpul di lapangan untuk menerima surat kelulusan.

Dalam baris itu, perasaan mereka bercampuk aduk. Senang karena telah melewati soal-soal yang kerap membuat kepala pening, dan sedih karena ternyata sebentar lagi mereka akan lulus dan mengejar impian masing-masing.

"Hari ini, kita nggak cuma lulus, tapi juga menutup babak yang penuh kenangan. Terima kasih untuk guru-guru yang sudah sabar membimbing, dan teman-teman yang sudah jadi rumah selama ini. Perpisahan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan baru. Semoga kita semua sukses, ke mana pun langkah kita pergi. Terima kasih, dan sampai jumpa di cerita hidup yang lain."

Seorang anggota OSIS membacakan pidato perpisahan sebelum mereka menerima surat kelulusan yang dibagikan wali kelas. Kepala sekolah akhirnya mengambil alih. "Baik. Anak-anak, kalian sudah melewati ujian nasional. Ini adalah hasil dari kerja keras kalian. Kita akan membukanya dalam hitungan ke tiga."

"Kira-kira gue lulus nggak ya?" monolog Arsenal.

Gama menoleh. "Lah, lo masih nanya? Udah pasti lah-"

"Lulus?"

"Enggak."

"Sialan lo, Gam." Setelah mendesis kesal. Arsenal mencolek punggung lebar Julian yang berdiri tepat di depannya. "Jul, kalau gue nggak lulus, lo mau kan nemenin gue terus di Pandawa?"

"Enggak. Lo ngomong apaan, udah pasti lulus," jawab Julian singkat.

"Nah, yang petakilan aja ngomong begitu. Lo ngapa dah, Nal. Makanya jangan pacaran mulu, nyet," gerutu Gama.

"SATU"

"DUA"

"TIGA!!"

Seluruh murid SMA Pandawa dengan serentak membuka isi kertas dengan jantung yang berdegup cepat. Tepat setelah membaca satu kata yang menjadi hasil akhir dari perjuangan mereka, semuanya bersorak ria.

"YEAYY GUE LULUS!!" terpantau teriakan Arsenal yang mengalahkan bunyi toa sukses menjadi pembuka.

"MANTAP ANJAY!"

Lapangan sekolah penuh riuh. Begitu meriah. Mereka melompat kegirangan dan berpelukan. Bom smoke serta potongan pita meledak di udara. Menodai seragam putih abu-abu yang mereka kenakan dalam tiga tahun ini untuk yang terakhir kalinya.

LIMERENCECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang