39#Jebakan

1.7K 90 11
                                        

Pembaca yang baik adalah mereka
yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

Menurut informasi yang mereka dapatkan, saat ini The Zurrel tengah berada di sebuah klub di pertengahan kota

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menurut informasi yang mereka dapatkan, saat ini The Zurrel tengah berada di sebuah klub di pertengahan kota. Sekitar sepuluh anggota Xavior gang termasuk Julian segera melesatkan motor mereka diatas kecepatan rata-rata. Meski jam menunjukkan pukul sebelas malam, namun tak mengurungkan niat mereka untuk membereskan masalah.

Sebab The Zurrel akan selalu menantang selama geng itu masih merasa bahwa mereka adalah korban. Julian tidak mengerti. Padahal yang membunuh anggota mereka bukanlah dirinya tapi entah mengapa justru dia yang difitnah.

Nyawanya hampir melayang dengan membiarkan Ansel si gadis berambut pendek masuk ke dalam kandangnya sendiri. Karena itulah Julian marah besar tak punya stok kesabaran lagi.

Julian dan kawan-kawan sampai pada sebuah klub besar yang rupanya cukup strategis. Mereka lantas memarkirkan motor dan Julian memimpin barisan untuk masuk ke dalam sebuah tempat dengan bau menyengat. Musik yang berdentum begitu keras, juga hiruk pikuk wanita berpakaian minim yang meliuk-liukkan badannya.

"Dimana mereka?" tanya Gentala yang sudah nampak seperti singa yang tengah mencari mangsanya.

Gama yang memiliki kontak dengan anak-anak The Zurrel mendesah kecewa ketika panggilan telepon darinya tak juga diangkat oleh mereka. "Si tai pada nggak ngangkat, nih. Kayanya mereka juga mancing kita buat nyari."

Julian menoleh ke arah Gentala, kemudian mengambil atensi yang lainnya. "Kita harus nyebar. Gue, Gentala, Abrisam, Rainer sama Sugiono di lantai bawah. Sisanya di pimpin Gama buat nyari di lantas atas."

"Siap, Bos Jul."

"Oke, Paketu."

Atas perintah itulah mereka mulai bergerak mencari anak-anak The Zurrel. Geng yang diketuai oleh Adelard itu telah berkata bahwa mereka menunggu Xavior gang untuk diberi penjelasan atas kegaduhan yang dibuat oleh mata-mata mereka, yaitu Ansel. Sebenarnya Julian agak keberatan dengan tempat pertemuan mereka kali ini. Tetapi ia terpaksa datang karena kemarahannya terhadap mereka sudah tak bisa ditahan.

Orang yang pertama kali menemukan keberadaan Adelard beserta para anggotanya adalah Arsenal. Lelaki itu kedapatan Adelard, Gerald dan anggota The Zurrel lain tengah bercumbu ria dengan para wanita. Mereka minum-minum dan begitu santai menyambut keberadaan Arsenal.

Malah lelaki yang terkenal buaya darat itu sebenarnya sempat diajak join, namun dengan gagah perkasa Arsenal berkata, "Enak aja, anjing! Gue lebih napsu ngabisin lo sekarang daripada perempuan!"

Arsenal yakin jika Julian serta anak-anak Xavior gang yang lain mendengar pasti akan bertepuk tangan. Arsenal juga tahu situasi sekarang.

Langsung saja Julian dan anak-anak Xavior gang berlari menuju lantai dua dimana mereka berada. Adelard yang tengah merangkul dua wanita seksi menyuruh wanita-wanita itu untuk pergi dahulu. Tanpa banyak basa-basi, Julian langsung menyuarakan niatnya datang kesini.

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang