"Kalau lo tau gue depresi, gimana?"
"Gue temenin. Gue bantuin lo sampai lo sembuh. Gue bakalan jadi obat buat lo-"Ada jeda setelahnya. Dimana sepasang mata tajam Julian menyipit membaca name tag pada seragam gadis di hadapannya. "Marsha Ilona."
****...
Pembaca yang baik adalah mereka yang tau caranya menghargai karya orang lain.
Happy reading<3
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Seriusan cowok? Yah padahal gue udah nyiapin banyak nama cewek dari huruf J."
"Bagus lah biar Xavior gang ada penerusnya." Helaan napas kecewa Arsenal dibalas dengan ucapan santai Gama yang tengah asik mengungah keripik.
Hasil USG Marsha menunjukkan janin yang ada di dalam kandungannya berjenis kelamin laki-laki. Hal itu membuat sibuk satu geng Xavior gang sebab mereka ingin membantu menyumbangkan nama untuk anak ketua mereka sendiri.
Secara kompak mereka berkumpul di rumah Mom Jess dan Pap Jun serta mengajak Marsha sekalian. Gadis itu duduk di sofa sementara Gama, Arsenal dan Chelsea duduk lesehan di karpet sambil memakan camilan. Gentala bermain game di sofa seberang, Abrisam dan Madhava menyimak, Milan rebahan sambil mengunyah Snack. Sementara ketua mereka—Julian katanya sedang bekerja.
"Jeremiah aja. Gimana? Keren tau," celetuk Chelsea. Gadis berponi yang ceria seperti biasa.
"Yauda sekalian aja Jeremy Tetty"
"Hei-hei, jangan cuma keren, tapi kalau bisa ada artinya atau yang cocok gitu," Gama sebagai wakil Xavior gang berpendapat.
"JUNAEDI!"
"Junaedi kan gue! Masa sama-sama Juna?" Juna si anak kedua berjalan memasuki ruang tamu. Ikut nimbrung dan duduk di sofa.
"Ya nama panggilannya jangan sama, Lah," Arsenal menaikkan alis dengan cengiran khasnya.
"AH, GUE TAU!" seru Arsenal lagi. Perasaan mereka mendadak tak enak.
"Apa, apa?"
"JURIK!"
Seketika, wajah mereka langsung berubah datar. Arsenal kalau memberi pendapat memang tak pernah benar.
"Serius Jurik? Nggak ada yang lebih estetik dikit, gitu?" Milan berkomentar.
"Oh ada..." Arsenal mengangguk bangga. "Itu kan nama panggilan aja. Nama lengkapnya Jurik si Jungkir balik," tambahnya menyemburkan tawa.
Kini lelaki itu menjadi sasaran empuk teman-temannya untuk melempar banyak benda.
"Sialan lo, Arsenal."
Setelahnya, mereka langsung terpingkal-pingkal. Menerwatakan wajah Gama yang seolah muak dan ingin menenggelamkan Arsenal ke sungai amazon sekarang juga.