"Kalau lo tau gue depresi, gimana?"
"Gue temenin. Gue bantuin lo sampai lo sembuh. Gue bakalan jadi obat buat lo-"Ada jeda setelahnya. Dimana sepasang mata tajam Julian menyipit membaca name tag pada seragam gadis di hadapannya. "Marsha Ilona."
****...
Pembaca yang baik adalah mereka yang tau caranya menghargai karya orang lain.
Happy reading<3
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Julian : Assalamu'alaikum
Julian : Jawab kita pacaran
Julian : Enggak jawab kita pacaran
Julian : Diread doang kita pacaran
Julian : Diblok kita pacaran
Julian terkikik geli usai mengirim beberapa pesan. Ia boleh menjadi lelaki sadboy yang menjelma menjadi seorang ketua geng garang, namun Julian bukan tipikal yang akan diam saja alih-alih memperjuangan. Menyukai Marsha, membuat Julian seakan mempunyai tugas kedua. Menjaga dari dekat maupun jauh. Meski kerapkali dipanggil jika hanya gadis itu butuh.
Padahal Arsenal sudah beribu kali berkata...
"Ju, Marsha itu penganut sekte perbanyak cabang, pertahankan pusat."
"Elu nggak akan diliat sama dia. Dia manggil lo kalau lagi butuh bantuan doang. Selebihnya lo seharusnya sadar cuma dijadiin pelampiasan."
Seperti sekarang, Julian dapat meyakini seratus persen jika alasan dibalik Marsha belum membalas pesan-pesannya itu lantaran dia pasti tengah menjawab pesan dari lelaki lain terlebih dahulu satu persatu hingga membuat Julian menunggu.
Tapi itu tak membuat hati Julian luluh lantak lantas menyerah. Barangkali Julian akan berhasil mendapati cinta Marsha suatu saat nanti. Maka usai mengirim pesan setelah jam pulang sekolah berbunyi, langkah kaki Julian praktis berhenti lantaran ponselnya bergetar lagi.
Marsha Ilona : Karena menjawab salam itu kewajiban, jadi gue jawab ya. Waalaikumsalam, Julian.
Sesaat Julian menghela napas berat. Ia menepi guna memudahkan siswa lain keluar kelas. Marsha-si cantik nan pintar kesayangan Julian itu memang selalu mempunyai alasan atas tindakannya. Jari Julian langsung begerak lincah di atas keyboard. Membalas pesan Marsha dua kali lipat lebih cepat darinya.
JulianArgawinata: Syapp!
Julian Argawinata : Btw Marsha end The Julian lagi dimana?
Marsha Ilona : Lagi di ruang OSIS. Abinaya tadi manggil katanya disuruh kumpul sebentar karena ada rapat.
Marsha Ilona : Lo kenapa sih dari tadi neleponin mulu? Kalau kangen bilang atuh.
JulianArgawinata : Atuh
MarshaIlona : Ya nggak gitu
JulianArgawinata : Atuh
MarshaIlona : Ih, Lian! Masih satu sekolah aja segala kangen-kangenan. Padahalkan gue cuma bercanda doang😂
JulianArgawinata : Lo ngetiknya bercanda doang, gue kangennya beneran.