68#Jenderal Marma Perkasa

1K 46 42
                                        

Warning!
Part lumayan panjang dari biasanya

Pembaca yang baik adalah mereka
yang tau caranya menghargai karya orang lain.

Happy reading<3

Dengan langkah besar, Julian memasuki markas Xavior gang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dengan langkah besar, Julian memasuki markas Xavior gang. Di sana, para anggota sudah berkumpul atas komando Julian yang bilang ingin berdiskusi. Seisi markas berdiri begitu ketua mereka tiba. Lelaki itu duduk di sofa kebesarannya sementara sofa yang mengelilinginya diisi oleh anggota inti.

"Gimana? Lo udah pada cari nama yang gue minta?"

Mereka mengangguk kompak.

"Lo minta dua nama kan? Kita udah pilih yang paling bagus dan yang paling baik juga artinya." Gama sebagai wakil Xavior gang mewakili jawaban para anggota.

"Bagus." Julian menangguk-angguk selagi yang lain sibuk mengerumuni Madhava. Ya, lelaki bisu yang suka sekali menulis itu banyak mengambil peran soal nama anak Julian sebab dia lebih tahu dan paham.

Lalu mereka meminta Madhava mencatat nama lengkapnya di buku untuk kemudian diangkat di hadapan Julian.

Jenderal Marma Perkasa.

Ketua mereka membacanya dengan suara pelan. Maka sebelum Julian bertanya, mereka segera angkat bicara.

"Jenderal yang lo pilih buat nama depan itu artinya pemimpin. Terus Madhava pengen nambahin nama 'Marma' yang artinya penuh perasaan. Sedangkan 'Perkasa' itu nama dari Abrisam dan juga Gentala yang artinya gagah berani. Jadi arti nama anak lo nanti itu : Pemimpin yang penuh perasaan tapi tetap gagah berani," jelas Gama panjang lebar.

"Gokil... keren banget, Bos jul!" seru Arsenal kegirangan.

"Nama ini juga udah disetujui sama Gue, Arsenal dan seratus lebih anggota Junior lainnya. Gimana? Lo suka?"

Dengan wajah bangga, Julian mengangguk mantap dan mengacungkan satu jempol untuk mengapresiasi para anggotnya. "Bagus. Gue suka. Gampang diingat dan arti namanya pas."

"ANJAYY... BERARTI KALAU PAPI JULIAN SUKA, TINGGAL SIAP-SIAP DAPAT TRAKTIRAN!" heboh Arsenal yang langsung dihadiahi lemparan bantal.

"Huuuuuu!! Traktiran aja lo," sorak para anggota yang lain.

Julian berdecak kecil. "Tenang aja, karena lo semua udah pada bantu gue cari nama, nanti kita makan di warkop biasa."

"Widih..."

"Siapp, Paketu."

"Tapi... Paketu, lo nggak akan nambahin nama 'Winata' di belakang nama Jenderal?" Chelsea bertanya hati-hati.

"Ah, nggak usah. Kepanjangan nanti orang males manggil," jawab salah satu junior mereka.

"Selain karena itu, nama 'Winata' juga lebih mengarah ke keluarga Mom Jess dan Paps Jun. Sementara ini kan keluarga baru Julian. Gue rasa nggak apa-apa." Milan membuka suara sesaat sebelum melenggang ke belakang karena menerima panggilan.

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang