"Lo itu ngeselin banget, main ganti nama orang aja mana alay gitu!" protes Ilham.
Mereka berdua kini sedang boncengan menuju rumah Alya, seperti biasanya gadis itu melingkarkan tangannya diperut Ilham sambil tersenyum.
"Lucu tau! itu panggilan sayang Alya buat Ilham," ujar Alya.
"Gue gak suka!"
"Tapi kita udah pacaran Ilham."
Bagi Ilham nilai sekolahnya lebih penting dari perasaannya, hidupnya penuh tekanan tidak mungkin dia bersenang-senang sampai membuat nilainya turun. Ibunya selalu menginginkan Ilham menjadi orang yang pintar agar bisa dibanggakan. Nyaris saja kemarin dia mendapatkan sp, tapi untungnya bu Diana berbaik hati memaafkannya, hanya diberi hukuman untuk membereskan perpustakaan dan gudang sekolah saja. Tidak apa.
"Kita pacaran karena terpaksa Al, gue gak beneran suka sama lo!" ujar Ilham.
Alya cemberut. "Nanti juga pelan-pelan suka sama Alya, dijamin pasti bakalan bucin."
"Amit-amit gue jadi bucin sama lo," cibirnya.
Biarkan saja Ilham mau berkata apapun, dia yakin suatu saat nanti perasaannya akan dibalas.
"Lo pulang kemana?"
"Kosan."
Ilham mengerutkan keningnya, mengapa gadis ini memilih tinggal dikosan, padahal rumahnya itu besar.
"Kenapa lo gak tinggal dirumah bareng bokap lo? " tanya Ilham.
Alya tersenyum dibalik punggung Ilham. "Kamu udah tahu tentang Devan kan?"
Cowok itu mengangguk. "Iya, dia kakak tiri lo."
"Devan tinggal dirumah terus Alya gantian tinggal dikosan Devan, males liat muka ngeselinnya soalnya."
"Dia mantan lo?" Ilham bertanya lagi.
"Iya cuma sebulan."
"Kenapa putus?"
Bibir Alya mengerucut, kesal dengan pembahasan mengenai cowok itu, apakah tidak ada hal menarik lain untuk dibahas?
"Jangan omongin dia ih, cari yang lain kek," protes Alya.
Ilham terkekeh ketika melihat raut kesal tercetak jelas lewat kaca spionnya. "Sensi banget kalo bahas soal Devan, lo masih suka sama dia ya?"
"Enggak! gue benci banget sama Devan, lagian gue udah sayang sama lo!"
Gadis ini memang seperti bunglon, gampang berubah-ubah suasana hatinya membuat Ilham jadi gemas. Eh, kok gemas sih? Ilham kan benci sama Alya.
"Kalau gue selingkuhin lo, lo bakal putusin gue gak?" Pertanyaan random akhirnya keluar dari mulut Ilham.
Alya mengangguk kemudian menjawab, "iya bakal Alya putusinlah, tapi aku yakin kalo Ilham gak bakalan selingkuh."
"Iya kan lo selingkuhan gue!"
"Mana ada?"
"Gue pacarnya Melya dan lo selingkuhan gue Alya."
KAMU SEDANG MEMBACA
You My Bucin [End]
Novela Juvenil"Ilhamm...." "Ngomong apa? Cepetan!!" Gadis itu tersenyum lebar lalu mendekat lagi kearahnya. "Gue kayaknya suka deh sama lo, gue boleh ngejar lo gak Ham? " Sesaat dia terdiam menatap maniknya yang seakan terhipnotis. Namun beberapa detik kemudian d...
![You My Bucin [End]](https://img.wattpad.com/cover/317581842-64-k859577.jpg)