43th Step - Uhuy! Uwu...

107 14 2
                                    

Original Writer Zumaseyo
Publisher Keyralaws

43
Uhuy! Uwu...

"Ini kamar Kak Jennie, sebelah sini kamar aku," terang Hyunsuk yang mengajak pacar barunya ke lantai dua

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ini kamar Kak Jennie, sebelah sini kamar aku," terang Hyunsuk yang mengajak pacar barunya ke lantai dua.

Mata Ryujin takjub dengan rumah keluarga Papa Jiyong ini. Mereka benar-benar kaya. "Pasti kamar Kak Jennie penuh pakaian dan sepatu mahal."

"Mau liat?"

Ryujin menggeleng, "Gak sopan."

Tapi, Hyunsuk malah menarik pergelangan tangannya untuk dibawa masuk ke kamar Kak Jennie. Kamar bernuansa elegan didominasi warna cream itu membuat takjub mata Ryujin.

Ia juga diajak melihat walk in closet milik Kak Jennie dimana penuh dengan pakaian bermacam model tertata dan tergantung rapi di sana. Berbagai jenis tas ada di sana, dari model biasa hingga model yang bikin Ryujin menganggapnya aneh. Dari murah sampai limited edition. Dari grosiran hingga branded. Ada semua.

Pun para sepatu yang berjejer rapi di lemari khusus. Sepatu-sepatu casual seperti sneakers, ada juga sepatu-sepatu hak tinggi seperti, stiletto, pumps, wedges dan jenis lain lagi. Ada juga boot wanita keren terpajang di sana.

"Aku jadi pengen dewasa, biar bisa pake sepatu-sepatu berbagai model kaya gitu," gumam Ryujin menoleh pada Hyunsuk yang berdiri di sampingnya.

Kening Ryujin berkerut saat Hyunsuk mengambil salah satu stiletto berwarna merah darah dengan high 11cm.

"Nih, cobain."

Cepat Ryujin menggeleng, ia merasa tidak bisa memakainya.

"Gak gak gak, aku gak bisa," ujarnya dengan tawa.

Tidak peduli, Hyunsuk jongkok melepas sepatu sekolah Ryujin dan menggantinya dengan heels merah itu. Ryujin terbelalak dan segera berpegangan pada bahu Hyunsuk sebab agak sulit menyeimbangkan tubuhnya saat kaki yang ber-heels menjadi tumpuan badannya.

"Coba jalan."

Kepala Ryujin menggeleng dan tidak mau melepas bahu Hyunsuk. "Diem aja aku gemeteran, apalagi jalan."

"Coba dulu," pinta Hyunsuk perlahan melepas tangan Ryujin dari bahunya lalu mundur beberapa langkah untuk memberi ruang Ryujin berjalan.

Malu sebenarnya harus mengatur jalan di depan Hyunsuk, tapi ia akan mencoba. Di rumah juga gak ada sepatu kaya gini, jadi ini adalah kesempatan.

Sangat hati-hati Ryujin dalam mengambil langkah. Langkah satu, langkah dua, langkah tiga, masih hati-hati. Ia mulai percaya diri. Ia juga bisa melihat Hyunsuk tersenyum melihat kakinya yang bergerak maju.

Senyumnya terbentuk, ia harus menyelesaikan langkah sampai ke depan Hyunsuk.

"Hyunsuk!"

Mata Ryujin membulat saat langkah ke empatnya oleng, gagal menyeimbangkan badan. Beruntung Hyunsuk sigap menangkap pinggang Ryujin sehingga tidak jatuh ke lantai. Keduanya saling berpandangan begitu dekat, hingga membuat Ryujin sadar dan mengerjap-erjapkan matanya.

Masih SMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang