Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
64 Menjauh
Kembalinya Ryujin ke kelasnya sendiri membuat teman-temannya heboh melihat kondisi Ryujin yang basah kuyup itu.
"Hei, Ryujin, lo kenapa? Kok bisa basah gini?" tanya Yujin dengan kekhawatirannya.
Jihoon yang merasakan firasat tidak baik berisyarat pada Jeongwoo untuk menjemput Hyunsuk dan langsung disetujui olehnya. Sampai tepat di pintu kelas, mereka berdua sontak mundur sebab orang yang di maksud datang kembali dengan sendirinya.
Jeongwoo segera memeriksa keadaan Hyunsuk siapa tahu ada yang luka akibat perkelahian. Ia tahu betul situasi seperti sekarang ini yang rentan membuat emosi Hyunsuk naik.
"Cuk Cuk, ada apaan si? Kenapa Ryujin bisa gitu?" tanya Jihoon yang mengekor di belakangnya bersama Jeongwoo.
"Tanya sendiri mumpung orangnya di sini," malas Hyunsuk meladeni. Ia hanya duduk di bangkunya dan gak mau jawab pertanyaan apapun.
"Kamu kenapa Ryujin?" tanya Yujin lagi yang belum juga dijawab.
Bukannya menjawab, Ryujin justru menghampiri Hyunsuk dengan kekesalannya.
"Apa semuanya bisa diselesaikan dengan tangan kamu yang ringan itu?" omel Ryujin tidak peduli semua anak-anak di kelas mengalihkan perhatian padanya. Ia terlanjur emosi. "Kenapa kamu gampang banget mukul orang? Kalo alesan kamu karena kata-kata Rubin, kamu harus bisa ngendaliin diri kamu. Hanya omongan kaya gitu kamu mukul dia? Kamu kalah."
Sangat tidak mau Hyunsuk melayaninya. Amarahnya memuncak, sebisa mungkin ia tidak melakukan apapun pada Ryujin.
Sedangkan Ryujin terus menyerangnya. "Kamu juga tau sendiri kalo Rubin cuma sengaja mancing kamu biar kamu kaya gini, mukul sembarangan. Dia mungkin seneng sekarang karena dia berhasil membuat kamu emosi dan mukul dia. Sudah berkali-kali dengan jelas Rubin ngelakuin itu ke kamu tapi kamu belum juga sadar. Atau, kamu sadar tapi kamu masih gak bisa menahannya? Aku kecewa kamu kaya gini."
Suasana kelas hening, diam memperhatikan dua pasangan ini yang beratmosfer tegang.
Baru juga Jihoon hendak ikut membantu Hyunsuk untuk menengahi, Hyunsuk malah berdiri kesal dan menyambar tasnya untuk kemudian beranjak pergi.
"Lihat?" kata Ryujin pada teman-temannya. "Seenaknya dia di sekolah. Berangkat sangat telat, belum ikut pelajaran udah bolos. Cuma manfaatin orang tuanya yang kaya. Kapan dia mau berpikir dewasa?"
Hyunsuk cukup bisa mendengar semua kata-kata Ryujin yang terdengar keras. Ia tidak merespons apapun, ia tetap pergi meninggalkan kelas.
"Ryujin, udah udah. Kamu jangan ikut emosi gitu dong," ujar Yujin takut sebenarnya. "Kamu ganti baju aja dulu, yuk. Aku ada baju olahraga di loker."