80. Nerd and Wild (2)

14 1 0
                                        

Semalam sebelumnya...

Sudah menjadi kebiasaan seorang Merlina -atau sering disapa Lina oleh teman sekantornya- untuk menghabiskan akhir pekan dengan bermain dan bersenang-senang di sebuah klub malam. Bagi segelintir orang yang tak mengenal Lina secara dekat mungkin tidak akan pernah menyangka gadis lugu nan polos dengan kacamata bulat yang setiap hari menghiasi wajahnya itu bermain di diskotik. Bahkan Tetto, orang yang baru-baru ini memergokinya pun nampak terkejut melihat Lina dengan pakaian minim juga riasan yang terlihat begitu sempurna. Gadis itu berubah dari itik buruk rupa menjadi seekor angsa.

Tetto bahkan sempat menariknya, berniat untuk membawa gadis berambut bob itu ke psikiater, namun tentu saja langsung mendapat penolakan tegas. Bahkan kini dengan penampilan yang bisa dibilang menggoda dan mampu membuat mata setiap lelaki menyorot padanya, gadis itu berjalan di antara hiruk pikuk manusia yang tengah sibuk menari di lantai dansa. Di kenal dengan julukan ratu diskotik, kehadiran si gadis berambut bob langsung disambut dan membuat riuh keadaan. Banyak dari lelaki bersiul dan menggoda dengan mengajak menari, namun gadis itu tetap berjalan ke tengah lantai. Tanpa aba-aba dan dengan gerakan menggoda, Lina menarik satu dasi seorang pria untuk dibawa ikut menari bersama. Keadaan semakin ramai dengan musik yang kini berganti menjadi energik.

Lina dengan tubuh indahnya bergoyang menggoda lelaki yang seolah terhipnotis dan hanya diam dengan sedikit gerakan dan mata yang bisa dipastikan menelusuri tubuhnya. Sorakan protes karena sikap kaku si lelaki membuat Lina sedikit menjaga jarak untuk melihat wajah pria yang ditariknya asal. Gadis berambut pendek itu mencoba berkomunikasi, ditambah bahasa tubuh yang kian membangkitkan gairah.

"Nari dong, sayang." goda Lina dengan mengalungkan lengan di leher si pria.

Bukannya bergeming, pria ikut malah semakin menjadi menghayati peran barunya sebagai patung bernapas, membuat Lina yang melihat itu hanya bisa berdecap pelan dan memilih melepaskan tangan untuk mencari lelaki lain. Namun belum sempat beranjak selangkah, tubuh gadis itu harus menegang saat sepasang lengan sudah memeluk pinggangnya erat dari belakang. Mencoba melepas belitan yang terasa bagai borgol, Lina akhirnya menyerah karena tak kuasa menyingkirkan dua lengan itu. Tak ingin terlihat mati kutu, gadis itu kembali menari sekalipun dengan posisi dalam dekapan seorang pria. Setidaknya pria itu tak lagi menjelma menjadi patung bernyawa.

Tubuh mereka menempel tanpa jarak, bahkan sesekali saat gadis berambut bob tersebut bergoyang -yang otomatis membuat tubuh mereka bergesekan- suara erangan tertahan terdengar begitu jelas mengalahkan musik disko di saat mulut pria itu tepat berada di samping telinganya. Tak kurang, sesekali kecupan random Lina terima di beberapa bagian lehernya. Bukannya sadar telah membangunkan sesuatu yang tak seharusnya, gadis itu malah makin menjadi dengan semakin menggoda lawan jenisnya hingga akhirnya pria itu menyerah dan melepaskan tangan yang membelit bagai ular piton di perut wanita muda tersebut. Niat hati ingin beranjak pergi menuju tempat Niko -sang bartender- yang tengah meracik minuman, langkahnya harus tertahan dan terbawa ke arah lain saat sebelah lengannya tiba-tiba di tarik paksa dengan masih oleh orang yang sama.

Mereka berhenti di sebuah private room, tempat sekumpulan pria yang tengah mengobrol berada. Pria asing itu dengan lancang menariknya untuk ikut duduk bersama. Ingin terlepas dan melayangkan protes, suara Lina harus tenggelam saat salah satu dari empat pria itu sudah lebih dulu menyela.

DANGEROUS WOMANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang