52. Relationship (5)

18 2 0
                                        

Pemuda berkacamata itu tak lagi memedulikan teman-temannya yang masih saja cekikikan akan fakta jika kekasihnya memang secantik seorang aktris ternama. Ia tak berbohong akan kenyataan tersebut namun mau berapa kali pun ia mengatakannya, pasti respons yang di dapat akan sama seperti yang sekarang diterima. Sadar bila meyakinkan kedua orang tersebut merupakan hal yang sia-sia, Tetto lebih memilih bersikap acuh sebagai hal yang tepat untuk dilakukan. Sepeninggalan pemuda berkacamata tersebut kembali ke dalam kost, dua orang lain yang masih di tempat kembali sibuk berbincang.

"Emang bener ceweknya Tetto kayak Cinta Laura yang aktris itu?"

"Aku ndak tahu." Balas Aji tak acuh dan sibuk mengelap setiap badan motor yang telah selesai dibersihkan. "Kamu juga jangan cekikikan kalau Tetto memang punya pacar secantik itu."

"Gue penasaran aja, yang kayak Tetto bisa dapet modelan artis ternama. Gimana gue yang gantengnya maksimal, ya?"

"Sakarep mu."

"Ehhh, udah tau belum gosip terbaru?" cetus Dendi random. Jangan harap bila Dendi akan berhenti berbicara meski sang lawan tampak tak peduli, karena nyatanya hal tersebut tidak berguna sama sekali. "Ini soal Dangerous Women kampus kita, yakin gak mau denger?" lanjut Dendi yang berhasil memancing perhatian kawannya Bayuaji.

Tidak ada yang bisa mengabaikan jika bahasan yang dibicarakan menyangkut sang gadis cantik primadona kampus mereka, bahkan termasuk Aji sekalipun yang biasanya selalu menjadi pihak yang kontra bila diajak berbicara dengannya.

"Gosip apa?"

"Kak Jenisa, katanya sekarang udah punya pacar."

"Hah. Bener iki, Den?" tanya Aji memastikan. "Jangan fitnah kamu."

"Gue serius. Di grup udah ramai jadi bahan pembicaraan, ada buktinya juga kok." Ungkap Dendi membela diri. "Tapi ada satu hal yang bikin gue sedikit heran."

"Apa?"

Pemuda itu terlebih dulu merogoh saku ke mejanya untuk mengambil ponsel dan membuktikan berita yang dibawa melalui sebuah foto. "Nih, ada anak yang foto pas Jenisa di jemput pulang."

"Bentar, ini grup apa?"

"Grup jajaran pria ditolak Jenisa."

"Kamu masuk grup beginian? Den, inget pacarmu yang kayak antrian sembako. Kak Jenisa juga gak bakal mau sama kamu yang fakboy. Beda sama aku yang masih single."

"Suka-suka, dong."

"Eh, sebentar." Sela Aji mencoba lebih memperhatikan foto yang tengah ditunjukkan sang kawan. "Kayaknya aku kenal itu motor yang di pake sama si cowoknya." Ungkap Aji melanjutkan.

"Nah, itu juga yang bikin gue curiga. Motornya kayak gak asing gitu." Tambah Dendi menyetujui.

"Hooh. Motor yang itu bukan sih?" tunjuk Aji pada motor yang kini terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Bhuawahahaah..."

Aji yang mendapati kawannya, Dendi, tiba-tiba tertawa lepas hanya bisa menautkan alis kebingungan. Pemuda asli Solo itu yakin kalimatnya tidak mengandung unsur humor yang bisa mengundang seseorang -khususnya Dendi si lelaki sableng- tertawa lepas seperti itu.

DANGEROUS WOMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang