Namanya Tetto, pemuda masa kini yang di setiap kesempatan selalu berpenampilan necis. Namun untuk satu alasan pria yang berprofesi sebagai pengacara itu kini tampak kacau seolah telah diterjang badai topan. Pria bernama lengkap Tetto Tegar Sebastian, atau dulu orang sering mengejeknya TTS, adalah tipe pria yang pendiam dan tak suka ambil pusing pada masalah yang tidak penting. Pria yang selalu acuh dan kadang membuat jenggel beberapa orang. Di tambah buruknya kemampuan pemuda itu dalam bersosialisasi, membuatnya tak memiliki banyak teman. Mungkin terlihat dingin, tapi tak banyak yang tahu jika itu hanya kamuflase yang dilakukan untuk melindungi dirinya yang rapuh dari dunia luar yang kejam.
Bukan tanpa alasan, itu karena Tetto sendiri pernah merasakan kejamnya dunia bekerja. Karena Tetto di masa lalu tidak lebih dari seorang remaja naif yang selalu beranggapan jika tidak pernah ada manusia yang jahat, hanya situasi yang memaksa mereka berbuat demikian. Hingga prinsip yang selalu di pengang tersebut justru membuat Tetto hancur tatkala dia merasakan sendiri bagaimana rasanya ketidakadilan.
Tetto remaja yang naif tidak lebih dari seorang pecundang yang menyedihkan. Ia tak lebih dari sekedar karakter figuran yang keberadaannya tak pernah disadari orang, tak pernah disadari apakah pemuda itu tengah mengenakan sneaker dari brand terkenal atau hanya mengenakan sandal yang sudah usang. Tetto selalu sebisa mungkin menjalani hidupnya dengan tidak mencolok dan menarik perhatian orang. Wajah Tetto remaja yang bisa dikategorikan di bawah rata-rata membuat pemuda itu mudah menjalankan kehidupan tenang sebagai mahasiswa sesuai dengan yang diharapkan. Namun satu orang yang dikagumi dan selalu diperhatikannya dari balik bayangan berhasil membuat Tetto yang naif mengambil langkah ternekat dalam hidupnya.
Namanya Jenisa, gadis populer dengan wajah cantik nan mempesona. Bahkan gadis itu punya julukannya sendir di masa kuliah merekai, yaitu Dangerous Woman. Bisa diibaratkan Jenisa dan Tetto tak berbeda seperti bumi dan langit, seperti beauty and the beast, atau segala sesuatu yang menggambarkan perbedaan seratus delapan puluh derajat dan seharusnya tidak ditakdirkan untuk berdampingan. Singkat katanya, mereka berbanding keterbalikan. Tapi seperti yang sebelumnya dijelaskan. Jenisa, gadis yang di sukainya itu membuat Tetto remaja dengan nekat melangkah keluar dari zona nyaman dengan harapan bisa menggapai gadis itu.
Tetto tak bisa menyangkal jika saat itu kehidupannya sempurna, dan bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu fase yang sangat berharga dan tak pernah bisa dilupakan dengan mudah. Namun semua itu tak bertahan lama, tidak bertahan cukup lama hingga Tetto ditampar harus kenyataan dan dipaksa untuk bangun dari kebahagiaan semu yang dirasakan.
"Maaf Tetto, tapi sepertinya kita harus putus."
Saat itu Tetto masih ingat betul, di bawah guyuran hujan saat akan mengantar Jenisa pulang dengan vespa keluaran tahun sembilan belasan miliknya,Jenisa mengatakan kata perpisahan untuk mengakhiri hubungan mereka. Ada ribuan pertanyaan saat itu namun yang berhasil keluar dari mulutnya hanya satu kata.
"Kenapa?" Tetto tahu dia bodoh dengan bertanya alasan Jenisa. Namun menerima tanpa tahu apa pun juga sama menyakitkannya. Karena itu Tetto memilih bertanya, tak peduli jika setelahnya hatinya akan hancur.
"Kamu menyedihkan, dan aku cuma sekedar kasihan. Aku cuma manfaatkan kamu buat menghindar dari laki-laki yang kejar aku. Jadi aku mohon, sebelum semuanya lebih jauh, sebelum kamu semakin tersakiti. Kita akhiri saja hubungan kita sampai di sini."
Jenisa yang pergi seolah menegaskan jika pada detik itu juga semua sudah berakhir. Tetto benci saat mendengar alasan gadis itu yang seolah memanfaatkannya, benci saat dia terlalu naif dan bodoh untuk menyadari jika mereka memang tak sepadan untuk bersama, dan semakin membenci dirinya sendiri karena tidak berdaya saat melihat Jenisa menangis. Ada satu dari bagian dirinya yang ingin menghapus air mata itu namun Tetto sadar saat itu mereka sudah tidak lagi memiliki hubungan. Logikanya menolak kenyataan apa yang gadis itu katakan, namun fakta yang ada tidak bisa disangkal.
KAMU SEDANG MEMBACA
DANGEROUS WOMAN
RomanceBagi Tetto menjalani hidup dengan tenang dan menghindari masalah adalah pilihan, itu karena Tetto remaja dengan sukarela menjerumuskan diri dalam sebuah masalah tanpa peduli resiko yang bisa saja menimpa. Karena kenaifan-nya dulu yang mempercayai se...
