"Hidup di belakang topeng dan menari di atas panggung." Kiasan yang cocok untuk Estella Beatrice dan Mischa Arananda di saat kehidupan sempurna mereka terbantah dengan preferensi menyimpang yang mereka lakukan untuk melampiaskan beban kehidupan.
Gue, papi, sama Aunty Camilli dianter sama driver-nya lagi ke restaurant seafood yang terkenal di Bangkok. Papi duduk di jok depan, sedangkan gue dan Aunty Camilli di jok belakang. Driver-nya ajak kita ngobrol dan menceritakan tentang budaya di Thailand dan wawasan umum tentang Thailand. Jadi kita selama di perjalanan cuma dengerin obrolan driver-nya.
Sesampainya di restaurant seafood, gue, papi, sama Aunty Camilli memilih meja di dalam ruangan. Anyway, Tante Camilli tuh setiap diajak dinner selalu stand out banget ya. Gue takut tau gak sih! Risih juga liatnya, tapi gue gak bisa ngapa-ngapain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Emang boleh sepura-pura akrab ini? Hahaha.
Sambil makan, kita sambil berbincang di sini.
"Ella, I want to say truly deeply sorry for what happened with me and your papi. I realized that our behavior was very unethical and inappropriate." You didn't promise that it would never happen again, right? Hahaha. Bullshit!
"That's fine. Anggep aja itu gak pernah terjadi. Satu kesalahan seharusnya gak boleh menutupi seribu kebaikan kan? Haha." Anjing. Gue benci sama diri gue sendiri.
"That's right! That's my girl! I'm very proud of you, Estella! Your mami raised you very well!" She caresses my hair smoothly. Papi also smiles too. I need to go back and screaming out loud!
"Yes. Kemarin papi berbincang soal kalo aku udah punya suami gimana dan papi gimana. So, aku gak mau ikut campur lagi sama urusan papi. Papi sama siapa aja, mau ngapain aja, aku gak mau ngatur-ngatur. Kalo orang tua mau yang terbaik untuk anaknya, anak pun juga mau yang terbaik untuk orang tuanya. Dan kita semua tau apa yang terbaik untuk diri kita sendiri."
"You're a perfect daughter for me, Estella! You don't have to be someone else." Papi also caresses my hair and pinching my cheek. I'm smiling in pain, behind the mask and dancing on the stage.
Gara-gara perbincangan ini, mereka jadi gak canggung lagi. Mulai ngobrol-ngobrol berdua. Jujur, gue gak tau apa yang gue rasain sekarang. Satu sisi, sekarang gue malah lebih setuju papi sama Tante Ratna. Si bajingan Aranda itu ada benernya juga. Tante Ratna mempedulikan gue dan tetep mau cari tau soal gue dan Aranda meskipun gue udah izin dia deket sama papi lagi, tapi Aunty Camilli bahkan enggak menanyakan siapa cowok yang bakal pake kondom itu sama gue. Dia cuma fokus dan malah lebih ke ancaman halus kalo gue harus deketin dia sama papi. Tapi kalo papi deket sama Aunty Camilli, dia bisa lupa sama Tante Ratna yang emang udah gak mau komunikasi sama dia lagi. Jadi gak ketauan juga kalo Tante Ratna marah sama papi dan gue adalah penyebab Tante Ratna pergi. AAHHH PUSING BANGET ANJRITTTT!!!
Kita kembali ke hotel setelah mulai tipsy. Mabok sama temen ❌ mabok sama keluarga ✅ HAHAHA!
Gue khawatir karena Aunty Camilli juga satu lantai sama gue dan papi. Kamar gue dan papi sih sebelahan, tapi kamar Aunty agak jauh lewatin lorong. Cuma tetep aja lah gue bakal curiga. Jadi sebelum gue dan papi pisah di tengah-tengah lorong, gue berpesan ke papi di depan pintu kamarnya.