Ternyata gue keluar kelas lebih dulu dari Aranda, jadi gue nungguin dia di dalam mobil. Gue kabarin papi kalo baru keluar kelas, tapi masih ada beberapa urusan bentar sebelum ke rumah sakit. Untung gak lama sejak gue nunggu di mobil, Aranda keluar kelas dan masuk ke mobil. Baru deh kita langsung tancap gas ke rumah dia dulu anterin pulang.
"Gimana soal papi lu?"
"Gak gimana-gimana. Gue udah bilang mau otw ke sana."
"Oh oke."
"Makasih banyak ya, Ran. Lo udah nemenin gue dari kemarin sampe nginep segala. I'm sorry to take your virginity haha."
"C'mon! Don't be sorry! Kan gua udah bilang, dari awal kita tekken kontrak juga gua udah berekspektasi ini akan terjadi. Asal yang mulai bukan gua haha."
"Cowards haha."
"Of course I am. That's why I'm a malesub haha."
"HAHAHA! Kapan-kapan coba kita tukeran yuk?"
"Are you sure?"
"Yes, but don't hurt me."
"It depends what is your definition of hurt."
"Hmm, I see."
"I think that's not the right time to ask this, but because you started it first, so ... when will we go to the apartment again?"
"Ahmm, you just came out three times yesterday. So, I think you need to recharge for this week haha."
"Oh gitu? Hahaha. Baiklah."
"Padahal lo kalo sendiri juga lebih dari tiga kali seminggu kan? HAHA!"
"Enggaklah! —enggak salah lagi kalo abis sama lu HAHA!"
"BANGSAT EMANG HAHAHA!"
"La, tapi kalo emang aunty lu masih mengancam bilang ke papi lu soal kondom itu, lu mending bilang aja deh sejujurnya. Jangan jadiin itu kelemahan lu buat ditindas aunty lu. Gua mau tanggung jawab kok ngomong sama papi lu kalo emang dibutuhin."
"Chill. Kan gue udah bilang soal dia taunya itu Malik. Bisa gue sangkal tanpa gue bilang yang sejujurnya."
"Tapi lu gak bisa bawa-bawa orang lain loh, La. Nanti makin kacau. Mending jujur aja dari awal."
"Gue masih mau sama lo. Gak mau kehilangan lo. Mending gue bohong terus yang penting gue sama lo."
"Haha ... gua gak tau harus respon apa, but ... we're extremely toxic, La."
"I'm the antidote, then haha."
"Haha. Alright. Up to you."
Setelah gue anter Aranda ke rumahnya, gue lanjut ke rumah sakit. Masih deg-degan sih. Apa iya gue turutin saran Aranda aja ya? Tapi situasi kayak gimana lagi sampe aunty ngancem gue? Ini semua udah terlanjur. Dia udah terlanjur hamil sama papi. Masa iya gue larang dia minta nikah sama papi. Ah fuck lah!!!
Gue bilang sama papi ketika gue udah sampe di rumah sakit. Karena gak mau ke kamar rawat inap, jadi kita ketemuan di cafenya. Baru ketemu aja kita udah pelukan sambil nangis sebelum duduk di kursi.
"I'm sorry, Pi."
"I'm really sorry to hurt you and make you disappointed again."
Kita kembali duduk di kursi setelah berpelukan lama meskipun air mata masih sama-sama menetes dari kelopak mata kita.
"Papi bener-bener gak tau harus apa, La. Papi tau kamu pasti gak setuju papi nikahin Camilli kalo kejadiannya kayak gini, tapi mau gimana lagi? Cuma itu yang bisa papi lakuin sebagai bentuk tanggung jawab."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush with Benefits
Romance"Hidup di belakang topeng dan menari di atas panggung." Kiasan yang cocok untuk Estella Beatrice dan Mischa Arananda di saat kehidupan sempurna mereka terbantah dengan preferensi menyimpang yang mereka lakukan untuk melampiaskan beban kehidupan.
