Aranda bener-bener mood booster buat gue dan memberikan gue semangat hidup untuk sejenak! Jadi gue bisa tidur dengan lebih nyenyak malam ini!
Paginya gue terbangun karena ada perawat yang anterin sarapan pagi. Terus gue iseng buka hp. Ternyata grandma dan grandpa udah mendarat di Soekarno Hatta. DUHHH! Gimana cara ngasih taunya ya? Gue telpon aja deh.
"Grandma, grandpa. Maaf banget aku belum bisa jemput di bandara. Aku dirawat di Rumah Sakit Premiere Bintaro. Sebenernya aku gak papa, tapi papi suruh aku dirawat biar ada yang jaga. Di rumah aku gak mau makan."
"HAH? OH MY GOD! Okay. After we put our things at the hotel, we'll see you at the hospital! Are you alright?"
"Yes, I am. Thank you!"
"Does your father accompany you?"
"Nope. I asked him to return. So I'm alone since last night."
"Ah okay. We'll go there. Hope you get well soon!"
"I'm okay, grandma, thank you!"
Gak lupa juga gue kabarin Aranda. Sekarang gak bisa langsung asal telpon nih. Harus chat dulu huhuhu.
Beatrice: Arananda. Grandma sama grandpa aku udah sampe Jakarta nih. Mereka bakal samper aku ke RS. Sekarang sih aku masih sendirian di sini. Tapi karena mereka udah di sini, kayaknya sih aku bakal jadi ke Finland ya. Idk. Papiku di rumah.
Mischa: Yahhhhhhhh :( Jangan cepet-cepet ya ke Finlandnya. Semoga sebelum kamu pergi, situasinya udah mulai membaik dan aku bisa ketemu kamu dulu.
Beatrice: I hope so! Gak papa. Kita kan masih bisa komunikasi kayak gini. As long as you don't get caught haha.
Mischa: Yes! Aku bakal usahain banget supaya gak ketauan papa atau siapapun yang larang hubungan kita. Good luck and hope all well ya, La!
Beatrice: Thank you!
Mischa: Love you always, Master❤️
Beatrice: Ahhh, I really miss that traumatizing thing hahaha. Love you my Malesub❤️
Mischa: HAHA!
Gue masih sendiri sampe jam 11-an pas makan siang. Papi nanyain gimana kabar gue, tapi gak gue jawab. Grandma sama grandpa udah otw ke rumah sakit, jadi gue nungguin mereka aja di sini sambil makan siang dari rumah sakit dan sesekali chat Aranda, curi-curi kesempatan buat VC haha.
Gak lama dari situ, grandma sama grandpa sampe ke unit ruangan gue. Langsung kita berpelukan dan gue ceritain semuanya dari awal kenapa masalahnya bisa sampe sini. Dari awalll banget semenjak gue dan papi balik dari Finland sampe kejadian kemarin gue sama Aranda. Termasuk juga respon uti sama akung yang sangat patriarki ke gue dan papi. Mereka juga ternyata udah tau beberapa cerita ini dari Aunty Camilli. Ekspresi grandma sama granpa murka banget tiap gue menyebut nama papi. Ini akan menjadi kehancuran yang hebat sih.
"We want you to go to Finland as soon as possible! We don't want you to live here!"
"I wanna go far away from here either. I haven't prepared my things yet."
"We go back now to your house and help you prepare your things!" Grandpa keluar dari ruangan buat panggil suster. Kita mau balik sekarang ke rumah.
Aranda gue chat belum bales-bales lagi. Jadi takut gue gak bisa komunikasi sama dia lagi. Bahkan sampe gue dicopot infus dan grandpa udah urusin semua administrasinya, Aranda belum bales juga. Semoga pas di rumah nanti gue bisa chat dia deh.
Sekarang udah lepas infusan dan juga udah beres administrasinya. Tinggal rapi-rapi dan pesen Gocar untuk ke rumah.
Ketika udah rapi semua, tiba-tiba papi datang ke rumah sakit sambil bawa dua box pizza dengan ekspresi yang ceria, tentunya sebelum melihat gue dan grandma juga grandpa udah siap mau balik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush with Benefits
Romance"Hidup di belakang topeng dan menari di atas panggung." Kiasan yang cocok untuk Estella Beatrice dan Mischa Arananda di saat kehidupan sempurna mereka terbantah dengan preferensi menyimpang yang mereka lakukan untuk melampiaskan beban kehidupan.
