Final Semester

7 1 0
                                        

Kita langsung pulang ke rumah Aranda karena motor Tante Ratna juga ada di sana. Yhh, gak jadi pergi berduaan deh buat penutupan haha. Gak papa deh, kan Senin kemarin udah jadi the best sex ever~ Xixixixi!

Malam ini gue tidur sendiri setelah dari hari Kamis gue gak balik-balik ke rumah. Sepi banget ya rumahnya, padahal biasanya juga berdua doang sama papi dan beberapa karyawan di rumah. Gak ada yang bisa gue kerjain di rumah. Meskipun emang harusnya belajar sih haha. Gue merasa kehilangan sesuatu sekarang. Hampa. Jadi gak fokus gue belajar. Hufft!

Pagi abis sarapan, gue berangkat ke kampus. Semuanya jadi sendirian. Merasa lonely banget gue, tapi mau gimana lagi? Papi butuh waktu sendiri. Ini juga salah gue.

Di kampus, gue datang lebih pagi biar bisa belajar lagi sama Aranda. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan haha. Asik banget ternyata belajar sama dia! Lebih gampang masuk otak dan masuk hati hehe. Karena sempet belajar sama dia, jadi pas UAS Soskom gue bisa selesai lebih cepat dan lebih yakin sama jawaban gue. Mas Hanung bilang kita suruh tunggu semuanya selesai dulu sebelum keluar kelas karena ada yang mau dia omongin lagi terkait dengan rencana jalan-jalan kita.

Begitu selesai, gue sama Aranda disuruh maju ke depan kelas, bareng sama Mas Hanung.

"Halo, halo. Selamatt yaa udah selesai UAS pertama kalian. Still have some time to go, but that's okay. Semangat terus ya! Saya di sini cuma mau follow up terkait rencana kita. Kan tempatnya udah aman nih. Nah, tapi kayaknya kita butuh panitia lain deh, ya gak sih, Arandella?" Aduh, Arandella gak tuh?

"Iya, Mas."

"Ciee, Arandella~" Kan. Pada salah fokus kan.

"Ada yang baru jadian itu, Mas~" ANJING SI ADAM! Kok dia cepu sih!

"Oh iya? Coba klarifikasi dulu dong~" DAMN, ADAM! Gue sama Aranda cuma tatap-tatapan doang kan.

"Ini kalo gak ada suaranya berarti bener ya?" celetuk Putra.

"Iya iyaa biar cepet deh." Awww Aranda yang speak up

"Asikk! Selamattt new couple! Eh, new gak nih? Jangan-jangan udah lama?" celetuk Putra.

"Haha, udah ah gak penting. Ini jadinya gimana? Siapa yang jadi panitia lain?" alih gue.

"Oh pantes Ella gak centil lagi. Udah dapet toh ternyata~" ledek Ghani.

"HEH! Ini bisa fokus gak!" Gue agak teriak dengan nada tinggi biar pada diem semua. Bener aja, semuanya kaget.

"Wey wey wey, santai bos," "santai, La," kalem, kalem." Aranda juga ikut menenangkan dengan nepuk-nepuk pundak. Yang tadinya udah mulai kondusif jadi heboh lagi gegara dia.

"Ehemm," "spontan uhuyyyy!" "eaa eaa!"

"Eh udah udah haha. Suka banget sih ledekin mereka. Ini jadi gimana? Ada yang mau volunteer lagi gak? Biar gak berdua doang nih. Kan nanti jadi gak bisa berduaan di sana karena sibuk." SAMA AJA ANJING SI MAS HANUNG IKUT LEDEKIN JUGA!

"HIYAAA!"

"Mas ...." eluh gue capek.

"Iya sorry, sorry, sorry haha. Siapa yang kira-kira mau sedikit diribetin nih? Kan mungkin ada panitia acara, konsum, logistik, dokumentasi mungkin?"

"Aqilla sama Amel tuh acara! Mereka kan suka bikin heboh," celetuk Dapit.

"Gas! Gimana Amel dan Aqilla?"

"Sama yang lain juga dong, Mas!"

"Haha. Iya, tarik-tarikin aja. Pokoknya dibagi secara lubedjurdil ya. Transport juga dibagiin mau pake mobil siapa aja. Mobil saya siap 1 ya Fortuner, lumayan 6-7 orang bisa masuk."

Crush with BenefitsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang