Thesis Defence

11 1 0
                                        

Semenjak itu, gue sama Aranda belum pernah ketemu lagi. Kita gak dilarang buat ketemuan juga, tapi sadar diri aja kita melakukan kesalahan lagi dan belum tentu bisa mengatasinya ketika bertemu. Soal dinikahin di KUA emang cuma gertakan papi aja sih, tapi bukan gak mungkin hal itu terjadi. Jadi lebih baik sekarang gue fokus dulu aja deh ke skripsi gue biar bisa cepet-cepet nikah dan gak berzina lagi HAHAHHA!

Gue sama Aranda tetep video call-an kalo diskusi soal skripsi gue. Sama Mas Hanung juga sama. Aranda suka ikut nimbrung ketika gue dan Mas Hanung lagi bimbingan. Mas Hanung akan jadi dosen pembimbing terfavorit di Fikom sih! Yakin gue! Padahal ini first time buat dia jadi dosen pembimbing, tapi udah dapet bintang 5 dari mahasiswa bimbingannya hahaha. Aranda dosen pembimbing kedua gue pokoknya deh!

Ini udah sebulan dari awal gue bimbingan waktu sebelum perkuliahan aslinya dimulai. Gue lagi proses bab 4. Harusnya sih gue bisa ya bulan depan sidang. Terus masih ada waktu 4 bulan lagi buat rencanain pernikahan dan ke Finland xixixi.

Sekarang, kita lagi makan siang bareng berlima sama papi, mama, dan adik-adik gue di daerah PIK 2. Gue kemana-mana bawa laptop sekarang. Sekalian kerjain skripsian.

"Kok Aranda gak pernah ke rumah lagi, La?" tanya mama.

"Iya. Papi gak larang juga loh."

"Gak papa. Emang bagusnya kita gak usah ketemuan dulu. Skripsian aku jadi lebih cepet selesai kan? Kita cukup Zoom bareng aja buat diskusi."

"Nice nice haha. Udah sampe mana?"

"Bab 4. Doain aja bulan depan sidang ya."

"WHOA! Cepet banget! Emang boleh secepet itu?"

"Kenapa gak boleh? Lagipula ini udah waktunya aku lulus. Udah semester 8. Gak mau nambah semester jadi 9."

"Ya iya, maksudnya ini baru 2 bulan semenjak kamu mulai loh."

"Lah? Ada orang yang selesai skripsi cuma sebulan. Gak masalah!"

"Aranda berapa lama?"

"Beda level. Dia gak ngerjain skripsi, tapi terbitin artikel Q1."

"Apa itu artikel Q1?" tanya mama.

"Itu artikel dari jurnal internasional dengan nilai tertinggi. Jurnal bereputasi dari rank 1-50."

"GILA EMANG ANAK ITU YAH!" Sampe kaget papi haha.

"Emang gila~"

"Gapapa kamu nikah sama dia biar memperbaiki keturunan."

"HAHAHHA! Emangnya aku gak pinter?!"

"Ya pinter ... maksudnya kan lebih bisa mengayomi gitu seorang ayah."

"Oh gitu. Emang papi pinter?"

"Yeeee, pake ditanya! Pinter lah! Kalo papi gak pinter, papi gak akan bisa dapetin wanita-wanita yang lebih pinter dari papi," senyuman bangga dilemparkan kepada istrinya.

"Cyaaahhhh~~" Mama cuma senyum-senyum salting haha. Padahal kalimat papi adalah kalimat jamak, 'wanita-wanita' which is ada mami di situ hoho.

"Ya udah semangat aja kamu. Kalo butuh apa-apa ngomong sama papi atau sama mama."

"Siap bos!"

Singkat cerita, udah seleaai nih gue bab 5 di bulan depannya. Sesuai sama rencana gue waktu itu. Jadi masih ada sisa 4 bulan buat persiapan nikah dan ke Finland. Wisudanya juga pas 4 bulan lagi. Jadi mungkin seminggu atau dua minggu sesudah wisuda, kita berangkat ke Finland. Which means, kita akan nikah sebelum gue wisuda. Aaaaaaa takutttt! HAHAHA! Gue siap dan mau sih ... tapi takut aja. Takut realitanya gak semulus itu.

Crush with BenefitsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang