Investigation

9 1 0
                                        

"Are you one of the guys who makes her pregnant?"

"I'm not sure, but there is a small chance for it."

"Oh my Godness! Papi will burn you out!"

"That's why I want to quit this job somehow. Tapi sebelum itu, aku mau membuktikan ke papimu bahwa aunty kamu itu emang psychopath." NAH!

"We are on the same page now! What she did to you?"

"Teasing and threatening me to tell your father. Do you know? I'm just like her live dildo." SHITTT!!

"So you are the father of the baby!"

"I used a protection!"

"So did my father!"

"I'm sure there's other unlucky guys that also sleep with her. Makanya aku mau kita bekerja sama untuk mencari tau itu. Aku gak bisa cari sendirian karena aku harus selalu ada si samping papimu. Mungkin aku bisa cari tau informasi verbal, tapi kamu yang bisa cari buktinya."

"How if you are the father?"

"Yang jelas, aku gak mau punya anak sama perempuan gila kayak dia." SEREM BANGET!

"I understand why lust is one of the seven deadly sins."

"Kalo kamu kenapa? Kamu adalah kunci kita bisa benar-benar lepas dari jeratan dia loh, tapi kamu memberikan dia celah lagi buat masuk."

"Because she caught me bought a condom and threatened me to tell papi."

"Wow ... she has the third eye, huh?"

"Tapi kemarin aku udah speak up soal ini ke papi dan gak ada lagi yang perlu aku khawatirin. Dia bilang sama aku kalo aku udah ngaku sama papi, dia bakal tes DNA setelah kandungannya 10 minggu, tapi sekarang baru minggu ketiga."

"I'm not sure kalo kandungannya baru tiga minggu. Pasti lebih. Dia bilang tiga minggu karena minggu-minggu itulah dia ketemu dan berhubungan lagi sama Mas Kevin. Dia tau, cuma papimu yang memungkinkan untuk bertanggung jawab."

"What should we do, then? I don't want her to be my step mother eventho it is my father's baby."

"Kamu mau ke apartnya kan? Ini aku kasih kamu kunci apartnya. Think alone what you do with it." He gives the apart key to me. I immediately take it and putting inside my bag. Gue bakal diskusi ini sama Aranda. Dia yang punya otak buat memecahkan ini haha.

"Thanks a lot, Mas Tara! I owe you!"

"Be careful. She won't let you win easily. She will collect your card. Make sure you got her card before she gets it first."

"I think I get a worthy opponent." We both smile at each other.

Di kampus, gue telpon Aranda sebelum masuk kelas. Gue mau ketemuan dulu sama dia dan membahas ini sebentar. Masih ada 10 menit sebelum kelas masuk. Kita ketemuan di depan kantin, gak sampai masuk ke kantinnya.

"Lo balik jam 10-an kan? Tungguin gue bentar sampe jam 12 please. Ceritanya panjang banget, tapi kita dapet member baru, Mas Tara, asisten pribadi papi yang juga jadi korban Aunty Camilli. Gue dapet kunci apartnya, tapi belum ada rencana harus diapain."

"Ya udah, kita pikirin sampe jam 12 nanti dan ketemuan lagi si sini ya."

"Okay, thanks, Ran! Bye!" Kita berpisah di sini.

Gak tenang gue menjalani kelas hari ini. Rasanya mau cepet-cepet pulang! Aaaaah! Tuhkan bener apa firasat gue! Emang dia tuh lonte professional! Anjriittt! Bisa-bisanya dia memanipulasi banyak orang dan mengancam mereka semua! Jangan-jangan-jangan papi juga diancam dan dimanipulasi lagi sama dia? AHHH APA GUE BUNUH AJA SEKALIAN YA?

Crush with BenefitsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang