Meskipun gue masih merasa aneh, tapi gue mencoba untuk menerimanya dan melupakan kejadian yang tak terlupakan tadi. How can I forget it, OMG? It was unforgettable! His body curves will linger on my mind every time I see him.
Besok harinya, gue bangun siang sekitar jam 10. Pas cek notifikasi, ada chat dari Aunty Camilli.
Aunty Camilli: Ella, your papi ada di rumah?
Wahhh, apa nihh?
Estella: Enggak. Kenapa, Aunty?
Aunty Camilli: Enggak papa. Kamu sama papi?
Estella: Enggak. Aku di rumah, papi lagi pergi.
Aunty Camilli: Kemana?
Estella: Tanya papi aja hehe.
Aunty Camilli: Soalnya aku chat gak dibales.
Estella: Oh. Aunty ke rumah aku aja. Aku sendirian di rumah dari kemarin hehe.
Aunty Camilli: Oh iya? Ya udah, sebentar ya. Aku otw ke sana nanti.
Estella: Okey, I'm waiting.
Langsung lah gue kabarin Aranda tentang hot news ini. Ada gerangan apa Aunty Camilli chat papi?
Beatrice: Aunty Camilli chat gue. Nanyain katanya papi di rumah sama gue gak karena chatnya gak dibales. Terus gue suruh dia ke rumah aja.
Mischa: Wow!! Ada apa tuh? Tanya-tanyain aja, La.
Beatrice: Gue harus memposisikan diri seakan di pihak dia kali ya biar dia percaya buat cerita sama gue.
Mischa: Nice! I'm waiting for the story!
Beatrice: Laters bby!
Gak berapa lama dari sini, Aunty Camilli sampe di depan pintu rumah. Gue gak bilang-bilang papi kalo Aunty Camilli di sini. Dia juga mungkin tau dari CCTV.
"Hi, Aunty! Naik apa ke sini?"
"Naik Gocar tadi."
"Oalah. Gak bilang. Tau gitu dijemput Mas Jordi."
"That's fine, baby." Dia ngelus pundak gue sambil senyum.
Gue ajak dia masuk dan duduk di ruang tamu. Gue minta Mba Yayah buat bikinin minum.
"Kamu di rumah sendirian dari kemarin, berarti papi kamu pergi dari kemarin?"
"Iyaa. Dia nginep di Bogor."
"Sama siapa?" Apa gue bilang aja ya?
"Temen kantornya."
"Ratna itu?" Gue gak mau jawab. Biar dia aja yang menyimpulkan respon nonverbal gue, "dari kantor? Apa berdua doang?"
"Euhmm ... sama anak-anaknya Tante Ratna sih." Duh, gue gak enak ngomongnya. Ekspresi Aunty Camilli langsung berubah jadi murung gitu.
Papi bajingan juga ya. Kenapa dia gak bales chat Aunty Camilli? Berarti kan mereka masih ada kontak! Padahal dari Senin gue udah bilang kalo dia jadi pergi sama Tante Ratna, jangan hubungin Aunty Camilli lagi!
"Oh gitu. Kok kamu gak ikut?"
"Lagi banyak tugas, Aunty." Tugas memuaskan Aranda HAHAHA!
"I see. Kamu bilang papi kamu kalo Aunty ke sini gak?"
"Aku belum chat papi lagi hari ini, tapi dia bisa cek CCTV rumah langsung kok dari hpnya. Jadi dia tau siapa yang lagi di rumah." Gue menunjuk ke arah salah satu CCTV yang ada di sekitar kita.
"Canggih ya haha. Terus kamu gak keluar gitu? Traveling or go to somewhere? Gak bosen di rumah terus?"
"Gak boleh sama papi keluar rumah."
"Wah gitu! Kalo sama aku boleh gak? Kita ke salon and shopping aja."
"Aku bilang papi dulu sih."
"That's okay! You have been an adult! Gak semua kehidupan kamu, harus papi yang atur! Nanti kalo kamu dimarahin papi, Aunty yang tanggung jawab."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush with Benefits
Romance"Hidup di belakang topeng dan menari di atas panggung." Kiasan yang cocok untuk Estella Beatrice dan Mischa Arananda di saat kehidupan sempurna mereka terbantah dengan preferensi menyimpang yang mereka lakukan untuk melampiaskan beban kehidupan.
