Dalam seminggu ini, gue sama Aranda gak terlalu banyak ketemu secara fisik, tapi kita Zoom meeting untuk meminimalisasi hal yang tidak-tidak HAHA! Aranda bantu gue bikin artikel jurnalnya. Kali ini dia beneran bantu banyak karena nama dia akan ditulis dalam artikel jurnal kita. Dibantu juga sama Mas Hanung kalau beliau ada kenalan-kenalan publisher.
Orang tua kita sibuk mikirin pernikahan, anak yang mau nikah malah sibuk submit jurnal haha. Seminggu pertama, kita udah submit artikelnya di 3 jurnal, 2 skala nasional dan 1 skala internasional. Gue udah lapor ke kaprodi dan niatnya bulan depan baru yudisium, bareng sama yang baru sidang. Ya udahlah, seenggaknya gue sama Aranda bisa fokus mempersiapkan pernikahan kita dua setengah bulan lagi.
Rencana lamarannya itu seminggu sebelum akad nikah karena biar keluarga yang di Finland bisa dateng ke Jakarta dan gak balik-balik lagi ke Finland sampe akad nikah. Elzano juga udah gue kabarin dan dia berusaha legowo lah ya haha. Hubungan kita masih cetek banget juga. Cuma buat senang-senang sesaat.
Sebulan ini, gue dan Aranda malah jarang ketemuan karena sibuk urus perlengkapan buat lamaran sekaligus pernikahan dan juga persiapan ke Finland. Kita mau nikah di ballroom hotel, tapi sedikit lebih intimate karena gak mau undang banyak orang yang berpotensi bawa-bawa masalah masa lalu. Ya, yang sekiranya bisa kita percaya aja lah.
Tepat sebulan juga, akhirnya gue yudisium bareng sama orang-orang yang baru sidang hari ini. Ada 5 orang, 3 orang angkatan atas gue, 2 orangnya angkatan gue. Yang angkatan gue, satunya anak jurnalistik, yang satunya adalah Malik. Jadi gue ketemu lagi sama Malik di sini. Agak canggung sih karena pas pembacaan kelulusan kan ada keluarga pendamping juga. Ada Aranda, papi, mama, juga orang tuanya Malik. Aduh ... gak enak banget rasanya.
Ketika kita dibariskan untuk pengumuman, Malik ada di samping gue.
"Bukannya lu udah bulan kemaren ya, La? Emang hari ini lu ikut sidang?"
"Pengumumannya dibarengin."
"Oh gitu? Tapi kok lu sendiri? Gak sama yang waktu itu sidang?"
"Iya ada urusan dikit."
"Oalah. Btw selamat udah lulus." Malik salamin gue di tengah-tengah ketegangan sebelum pengumuman lulus. Haha lucu amat.
"Iya, selamat juga." Gue salamin balik aja. Semoga Aranda gak liat di belakang wkwk.
"Eh. Sejak kapan pake cincin?" Eh? Dia sadar haha.
"Oh. Ini cincin tunangan gue sama Aranda." Malik langsung speechless dan sedikit menjauh dari gue.
"Oh, udah tunangan." Nadanya menurun haha. I thought I broke someone's heart twice.
"Yes." Setelah itu gak ada lagi obrolan di antara kita.
Pengumuman kelulusan pun udah diresmikan sama kaprodi satu persatu seperti kemarin.
"Peserta terakhir atas nama Estella Beatrice, dengan NPM 210410180034, IPK akhir 3,50, nilai skripsi A. Status lulus sidang." YESSSS!!! Akhirnya perjuangan 4 tahun gue selesai di sini. Ya Tuhan ... gak menyangka sama sekali di akhir masa kuliah gue, gue hampir mati.
Kita kembali ke pendamping kita untuk foto bareng. Mereka yang sebelumnya di kursi belakang, boleh maju dan merapatkan barisan. Aranda langsung sigap masuk di tengah-tengah antara gue dan Malik HAHAHA! Pasti dia liat tadi gue sempet ngobrol dan salaman sama Malik.
Selesai foto, kita semua diminta clear area. Jadi ramenya di lorong luar ruangan. Semua merayakan dan saling mengucapkan selamat beserta teman-teman dan keluarga. Ada beberapa anak kelasan gue yang dateng buat sidangnya Malik, tapi karena ada gue, jadi mereka ikut ngucapin selamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush with Benefits
Romance"Hidup di belakang topeng dan menari di atas panggung." Kiasan yang cocok untuk Estella Beatrice dan Mischa Arananda di saat kehidupan sempurna mereka terbantah dengan preferensi menyimpang yang mereka lakukan untuk melampiaskan beban kehidupan.
