"Hidup di belakang topeng dan menari di atas panggung." Kiasan yang cocok untuk Estella Beatrice dan Mischa Arananda di saat kehidupan sempurna mereka terbantah dengan preferensi menyimpang yang mereka lakukan untuk melampiaskan beban kehidupan.
Paginya, Aranda disuruh sarapan dulu sama mama sebelum pulang. Karena jadinya kita gak boleh kemana-mana sebelum nikah, jadi kita postpone rencana jalan-jalan bareng sama Malik, Tiara, Elzano, dan Alma. Lagipula Elzano dan Alma pasti juga diajak jalan-jalan keliling Jakarta bahkan Indonesia sama Aunty Camilli dan Uncle Deryl. Gak mungkin mereka stay di apart doang.
Gue sama Aranda juga gak ketemuan lagi sampe hari lamaran kita. Lamarannya di rumah perempuan, yaitu di rumah gue. Semua keluarga gue dan keluarga Aranda dateng. Elzano dan Alma juga ikut dateng ke rumah. Pokoknya rame lah di rumah! Haha. Gue deg-degan banget!!! Tapi gue sama Aranda gak mau terlalu formal dalam acara ini, jadi kita mau pake dresscode yang senada dan casual. Liat aja nanti pas kita foto bareng hehe. Harus heboh!
Acara berjalan sesuai dengan rundown. Gue makeup juga santai aja, gak mau heboh-heboh. Ada sepupu-sepupu gue juga di sini. Setelah rapih dan dipanggil ke ruang tamu, semua mata memandang gue, terutama Arananda. Padahal kemarin gue udah pap ke dia mau pake baju apa, tapi tetep aja dia gak kedip liat gue dari atas sampe bawah. Semua orang bersorak heboh sampe gue duduk bareng bersebelahan sama Aranda.
"So pretty," whispered him.
"Thanks."
"I bet, Aranda can't sleep tonight haha!" teased Aunty Camilli.
"Indeed," whispered him again.
"I'll help you awake then."
"Aww thanks. I appreciate that."
Lamaran dimulai dari papanya Aranda yang mengungkapkan niatnya datang ke sini membawa keluarga dan beberapa seserahan. Lalu disambut baik sama papi untuk menerima maksud dari kedatangan keluarga Aranda.
Setelah itu, kita bertukar cincin dan berfoto. Dengan ini, kita resmi bertunangan. I can't hold my tears and my happiness! It's exploding like a balloon! Oh my God! Katanya belum boleh pelukan. BODO AMAT! Gue peluk dia! HAHA! Kita foto-foto di sini dari yang berdua sampe yang rame-rame.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Casual banget kan kita? Simpel, tapi elegant. Tertolong lah sama muka kita yang estetik haha. Semoga anak kita bibit-bibit unggul, tapi perlu diperhatikan sikapnya terutama preferensinya nanti HAHA!
"Ini baru tahap awal ya. Belum sah. Belum legal. Jadi masih harus jaga batasan," nasihat mama.
"Iya, mama."
"Siaapp."
Gue dan Aranda makan berdua di halaman belakang sambil merasakan sejuknya udara ketika kita udah beneran terikat meskipun belum resmi-resmi banget hehe.
"La. Nanti kita kan nikah di ballroom hotel ya. Kita jadi nginep di hotelnya gak? Lumayan Kempinski Bundaran HI."
"Gass lah! Pasti boleh sama papi."
"Tapi aku gak mau sehari. Maunya tiga hari."
"HAHAHA! Biar puas ya?"
"Iya lah! Kita bisa 'dekorasi' kamar lagi. Kalo sehari doang kan gak bisa. Kalo di kamar kamu juga nanti gak enak diliat sama yang bersihin. Di hotel mah bodo amat orang lain."