64 Pulang

11.8K 599 217
                                        

Rony terjaga dari tidurnya. Meregangkan tubuhnya. Membuat perempuan yang bersandar pada pelukkannya ikut terjaga. Keduanya saat itu ada di seat belakang mobil. Entah bagaimana prosesnya, begitulah yang didapati di pagi hari. Suasana masih setengah gelap.

"Bentar Sa, gue pengen kencing," ujar Rony, menggeser perempuannya, lalu membuka pintu.

Salma sibuk mencari sesuatu dari tas ranselnya.

"Ron! Bawa ini sih! Jorok! Jangan lupa sampahnya jangan sembarangan!" teriak Salma membuat Rony balik lagi dengan muka bangun tidur yang kumal, dengan malas mengambil tisu basah yang disodorkan Salma dari jendela pintu mobil. Salma kembali bersandar di kursi, mengumpulkan nyawanya. Kemarin hari yang melelahkan, dan perjalanan belum berakhir.

Tok! tok! tok!

Rony mengetuk kaca jendela. Salma menurunkan kacanya. Rony menyerahkan tisu basah.

"Sa, turun bentar,"

"Eh?"

"Ayo buruan!" ajak Rony.

Salma membenarkan pasminanya dan mengenakan kemeja putih Rony yang semalam terhempas entah kemana. Kemudian ia turun dari mobil menuruti lelakinya.

"Wah!" begitu komentar pertamanya ketika menghadap ke arah Timur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wah!" begitu komentar pertamanya ketika menghadap ke arah Timur.

Matahari pagi baru muncul, sinarnya menembus pepohonan jati yang mulai bersemi setelah meranggas karena kemarau yang sangat panjang. Hujan deras di malam hari biasanya menghabiskan awan-awan berkantung air, membuat cerah paginya. Salma kembali ke mobil mengambil kameranya. Pagi yang cantik harus diabadikan. Rony melihat ke sekitar. Mereka benar-benar berada di pinggir jalan, di tengah hutan jati. Hutan jati Saradan namanya, di jalan antara Nganjuk-Madiun.

Salma sepertinya tidak melihat keadaan semalam. Dia sekonyong-konyong hanya memarkirkan mobil di tepi jalan yang sedikit lapang menjorok ke hutan jati. Bukan sebuah rest area. Rest area yang semalam dimaksud Salma itu berada jauh di belakang, di jalur sebelah Utara jalan. Tampak deretan truk di kejauhan dari mereka berada sekarang.

"Lo parkir sembarangan ternyata,"

"Semalam ga keliatan banget, Ron," sangkal Salma.

"Untung nggak ada orang jahat,"

"Karma baik masih berpihak sama kita," ucap Salma.

"Nggak si, keknya orang jahat juga males sama hujan deras semalam,"

Sebuah simpulan konyol yang masuk akal. Salma tersenyum. Ia bersandar ke mobil menikmati pancaran sinar mentari pagi. Rony berdiri di sebelahnya setelah mengambil tumbler berisi kopi, meminum sisa kopi yang mereka bawa lalu menyalakan sebatang Rokok.

"Semalam asik banget," ucap Rony nyeret, dia mengingat kejadian tadi malam. Meski dalam remang cahaya lampu jalan di kejauhan dia merasakan pengalaman yang berbeda bersama perempuannya. Ingatannya begitu kuat saat Salma menatapnya lekat dengan anggukan mantap. Perempuannya membuat gerakan lembut yang menyenangkan. Sensasi yang berbeda.

Dengarkan [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang