Rony mengucek matanya saat mulai terjaga. Meregangkan persendiannya yang kaku. Perempuannya masih memeluknya. Tidurnya tampak begitu nyaman. Rony memiringkan tubuhnya, mencium kening perempuannya penuh sayang.
Diciumnya lagi wajah perempuannya, kali ini pipinya. Ehm... tadi dia mau kan?
Senyum tengil tersungging di sudut bibirnya. Dicium hidung Salma sekarang. Lalu sudut bibirnya. Dipandangnya setiap detil wajah perempuan yang nampak lelah, tapi tetap cantik. Seperti biasanya. Pipi perempuannya dibelai lembut. Rony menyibak rambut yang turun ke wajah perempuannya. Salma bergerak sedikit. Bibirnya mengerucut.
Ah, Rony tak sanggup menahan untuk tidak mencium bibir itu, dalam. Dieratkannya pelukan pada istrinya, lebih lekat.
"Emh... Ron..." gerutu Salma melepas ciuman lelakinya.
"Engh...?"
Salma mengucek matanya sendiri. Mulai terjaga dari lelapnya.
"Jam berapa Ron?" tanya Salma, dia mencari-cari hp di nakas sebelah tempat tidur. Rony tidak menghiraukan pertanyaan perempuannya. Rony masih sibuk mencium dari kepala, pelipis, sampai leher perempuannya.
"Ron! jam 03.00! Yuk bangun..." Salma memekik kaget.
Rony masih tidak peduli, "Bentar lah, Sa..." rajuk Rony.
"Ah, gue nggak mau telat, ada pemutaran video juga soalnya," Salma hendak beranjak.
"Sa.... bentar aja," Rony menahan gerakan Salma.
"Aaah, enggak... ayok bangun. Mandi. Kita juga belum makan. Buruan..." Salma bangkit.
Wajah Rony mengkerut. Kesal. Dia bertahan di peraduannya. Dendam ni orang?
"Ron! Bangun jangan tidur lagi! Buruan mandi!" omel Salma sambil bersiap menuju kamar mandi.
Rony kembali tersenyum tengil. Bangkit dari baringnya. Mengikuti Salma.
"Heh? ngapain? Gue mau mandi," ujar Salma.
"Katanya suruh buruan mandi,"
"Ya, gue duluan..." tampik Salma.
"Ehm.... ayo sekalian! Biar efektif dan efisien!" ucap Rony dengan seringai di sudut bibir, menarik Salma menuju kamar mandi.
Salma menurut, tersipu.
Iya, kamar mandi yang sangat luas itu, dengan twin sink dan twin rainforest shower. Twin sink masih di dalam ruangan dengan dinding dari mozaik keramik berwarna aquamarine. Kebayang kan twin rainforest shower? Dua shower di area luas berdinding batu alam, beratapkan langit dengan banyak tanaman hijau. Lantainya bertabur batu putih. Dan di salah satu sisi kamar mandi yang luas itu, terdapat bathtub. Bathtub yang dianggurin sore itu.
_______
Sekitar pukul 04.30 WITA, Rony dan Salma sudah berada di sebuah warung makan di sebuah jalan menuju Pantai Sanur. Warung Mak Beng. Ini warung langganan David dan Maya. Salma juga pernah kesini bersama orang tuanya. Warung kecil yang cukup terkenal, menu andalannya adalah Sup kepala ikan dan ikan goreng. Itu saja. Ikannya ikan laut yang tersedia hasil tangkapan nelayan sekitar. Antara ikan tongkol, kakap, tenggiri atau cakalang. Ditambah sambal terasi yang nikmat.
Warung ini tahun 2023 mendapat peringkat 3 dari media online Taste Atlas dari daftar 150 tempat makan legendaris. Warung ini didirikan tahun 1941, oleh Ni Ketut Tjuki dan suaminya I Putu Gede Wirya (Nyoo Tik Gwan). Sedangkan sambel trasi yang nikmat merupakan saran dari mertua Mak Beng. Sebuah kolaborasi yang keren antara mertua dan menantu.
Salma memesankan satu porsi sup dan satu porsi ikan goreng. Ditambah satu es teh dan satu es jeruk.
"Ron, Lo gak papa kan makan ikan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dengarkan [end]
FanfictionCerita sekuel dari 'Katakan: karena sebuah cerita berawal dari sebuah kata Meraih cinta itu mudah, tidak semudah itu memang. Mungkin tampak lebih mudah karena memiliki pembanding, mempertahankannya. Rony dan Salma sudah bertemu cinta. Keduanya salin...
![Dengarkan [end]](https://img.wattpad.com/cover/352460083-64-k793784.jpg)