73 l'histoire se répète

11K 711 388
                                        

"Kenapa, Ron?"

"Kenapa, Ron?"

"Kenapa, Ron?"

"Ron, Kenapa Ron?"

"Ron..." Salma menggoyangkan lengan untuk membangunkan lelakinya.

Salma terjaga karena teriakan lelakinya. Sepertinya mengigau, mimpi buruk. Salma panik. Entah apa mimpi  Rony.

Rony terjaga mendengar kepanikan suara perempuannya. Matanya bertemu dengan mata Salma. Dua pasang mata sembab beradu pandang. Rony baru tersadar, pertengkaran itu hanya ada di mimpinya. Semalam saat dia naik ke atas dia mendapati Salma sudah tertidur. Rony mengingat pesan Nabila, jangan buat Salma stress dulu.

"Saa...." Rony memengusap wajah perempuannya.

"Iya, Ron. Lo kenapa?"

"Saa....Bumpy?" Rony tidak melanjutkan kalimatnya, mengusap perut perempuannya. Dia memeluk perempuannya menangis sejadinya. Menumpahkan segala rasa. Marah yang salah, cemburu yang jadi pemicu, juga rasa bersalah yang tak tentu arah. Semua tumpah ruah.

Dia mengkhawatirkan Bumpy, lebih dari apapun. Dia terus-terusan merutuki egonya, sesederhana mematikan getar di hp-nya membuatnya melewatkan banyak hal. Dia malah marah gara-gara postingan Ditho. Goblok! Tapi justru postingan Ditho-lah yang membuatnya lebih lekas pulang.

Nabila : Ayahnya Bumpy, nyusul ke dokter Ika ya
Nabila : Kak Salma ngeflek darah

Nabila : Kak, tolonglah cepet bales

Nabila : Kak Rony!!!!

Pesan Nabila yang tidak dibacanya membuat Rony merutuki egonya semalaman. Apalagi saat membaca pesan Salma yang memintanya lekas pulang. Pasti perempuannya sangat panik dengan kondisi Bumpy, ah, bahkan sampai detik ini, dia belum tau kondisinya seperti apa. Nabila hanya cerita sedikit. Sedikit sekali. Mungkin Nabila lelah, ikut panik dengan kondisi Bumpy.

Ada banyak pesan yang ternyata Rony lewatkan. Banyak chat langsung dari teman-temannya yang mengabari kondisi Salma. Mencarinya. Grup studionya heboh. Semua panik. Itu mungkin sebab Rony di rudal pesan oleh teman-temannya. Nabila meminta tolong siapapun yang bisa mengantarnya dan Salma ke dokter. Nabila menceritakan kondisi Salma, kalimatnya penuh kepanikan. Sayangnya respon di grup juga cukup lambat. Nabila memutuskan naik taxi online.

Nabila mengupdate kondisi Salma di grup studio. Termasuk membagikan video hasil USG Bumpy, yang menunjukkan kondisinya baik-baik saja. Bumpy kuat, Salma juga. Flek di awal kehamilan memang harus diwaspadai, tapi itu kondisi yang normal. Minggu ke 10 pertumbuhan sel janin sangat cepat, perlekatannya pada dinding rahim kadang membuat luka sangking cepatnya.

'Bumpy sehat dan kuat ya...'

Teman-teman Rony rupanya hampir semuanya memposting storygram dengan caption senada. Tapi tidak ada yang nge-tag Rony karena sangking kesalnya dengan lelaki itu, tidak bisa dihubungi.

Dan Ditho? Sebenarnya dia salah satu orang yang dimintai tolong untuk mengantar ke dokter. Bukan, bukan Salma yang memintanya. Novia meminta tolong Syarla menghubunginya. Rumit sekali memang.

Novia dan Neyl tidak bisa mengantar, kondisi panik. Novia mengupayakan berbagai cara. termasuk menghubungi Ditho melalui Syarla. Ditho yang kelelahan karena macet baru mengetahui setelah perkara teratasi. Dia juga tidak tahu mengenai Rony yang tidak bisa dihubungi, makanya hanya dialah yang nge-tag Rony. Bermaksud ingin menguatkan pasangan tersebut.

Nabila dilarang Salma mengabari orang tuanya, karena Salma tahu Maya dan David sedang di Bekasi tentu diantar Pak Aris. Tidak mau menimbulkan kepanikan dan menambah kehebohan. Akhirnya Paul yang bisa menjemput mereka ke dokter. Itu mengapa ada kehadiran Paul saat Rony pulang.

Dengarkan [end]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang