07 Sakit dan Rumah

11.4K 626 66
                                        

Nab : Kalau Kak Caca berkenan kesini ya, Kak
Nab : thanks Kak Caca ❤️

Salma membuka pesan Nabila menjelang siang. Kabar yang mengagetkan. Pesan Nabila juga sangat formal, tidak biasanya. Prediksi Novia semalam terjadi. Rony sakit, sampai dibawa ke rumah sakit.

Separah itu kah? Salma masih menggalau, dia bingung harus berbuat apa. Dia masih syok dengan kejadian kemarin. Tapi dia juga mengkhawatirkan keadaan lelakinya. Sakitnya juga mungkin karena Rony harus hujan-hujanan, menunggunya.

Benar kata Syarla, bagaimanapun ini pelecehan. Salma tidak terima, sakit dan kecewa atas kelakuan Rony. Di sisi lain Novia juga benar, Salma sudah salah timing, membangunkan orang abis mabok itu salah. Rony masih dibawah pengaruh alkohol. Itupun sesuatu yang Salma tidak suka. Rony tidak mungkin tega padanya. Kalau otaknya seburuk itu sudah Rony lakukan sejak di Kudus, atau Lasem. Saat itu Rony begitu 'menjaganya'.

Salma masih menggalau selama beberapa saat lagi. Syarla dan Novia yang semalam tidur bersama di kost Syarla hanya bisa menemani Salma. Mereka tidak lagi membebani Salma dengan pendapat-pendapat mereka. Ini saatnya Salma memutuskan sendiri.

Sangking galaunya Salma, pesan Nabila juga belum dibalas.

Setelah mendekati jam besuk, Salma memutuskan untuk berkunjung ke Rumah Sakit. Salma akhirnya membalas pesan Nabila, menanyakan lokasi rumah sakit dan ruangannya. Nabila membalasnya segera, memberikan nama sebuah Rumah Sakit. Rumah sakit yang sama tempat Rony sunat.

Salma berangkat sendiri mengendarai motornya. Sebelumnya dia sempat balik ke Rumah Bujang dia perlu berganti pakaian dan mengupload tugasnya. Dilihatnya Rumah sudah beres. Mungkin Mbak Sri. Salma melihat Rumah itu dengan perasaan yang aneh. Dia menyayangi rumah itu, tapi sejak semalam ia merasa kenyamanannya memudar. Bukan karena rumah itu sendiri, mungkin karena hal-hal yang terjadi di rumah itu.

Persoalan izin yang Salma merasa tidak dianggap. Soalan Maya yang tiba-tiba mengganti mesin cuci. Ah, kehadiran Maya kemarin yang langsung naik ke atas juga sebenarnya mengganggunya. Dia seperti tidak memiliki rumah itu. Pun jika terjadi masalah seperti saat ini, dia seperti harus pergi dari rumah itu. Rumah itu tidak menjadi tempat berlindungnya. Mungkin karena kepemilikan rumah itu.

Kemarin dia bingung, saat bertengkar dengan Rony, dia tidak tahu harus kemana. Dia tidak memiliki posisi tawar di rumah itu. Salma tidak memiliki bargaining position di rumah itu. Dia jadi dependen, terhadap Rony dan keluarganya. Dia harus memikirkan ulang mengenai hal itu.

________

Rumah Sakit yang dituju Salma sedikit jauh dari Rumah Bujang. Namun lebih dekat dari rumah Rony. Mengikuti instruksi dari Nabila, Salma menanyakan lokasinya di resepsionis, kemudian langsung menuju ruangan yang dimaksud.

Salma langsung menuju kamar inap dimana Rony dirawat. Ah, rumah sakit sepertinya seringkali berulang alik dalam cerita Salma dan Rony ini. Sedikit menyebalkan. Ruangan monoton berwarna kalem. Cahaya yang temaram dan suasana yang sendu. Menjadi setting suasana galau yang dirasakan Salma sekarang. Apakah mereka mesti putus lagi? Pertanyaan itu sempat terlintas lagi di benak Salma.

Ruangan Rony berada di lantai 3. Salma berjalan pelan menaiki tangga. Dia tidak menggunakan elevator yang tersedia. Seperti sengaja melambatkan waktu tempuh menuju ruangan yang dimaksud. Salma bertanya-tanya siapa yang menemani Rony saat ini? Apakah nanti dia akan diinterogasi?

Salma sampai di ruangan rawat Rony. Salma berhenti di depan pintu. Dari celah kaca yang ada di pintu kamar tersebut, Salma bisa melihat ruangan di dalamnya. Tetapi tidak nampak wujud Rony. Mungkin terbaring.

Tiba-tiba pintu terbuka. Seseorang menyadari kehadirannya lalu membukanya dari dalam. Maya.

"Caca," sambut Maya akan kehadiran Salma. Melihat Salma yang matanya sembab dan kuyu, perempuan itu langsung memeluk Salma.

Dengarkan [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang