"Cemburu ya....?" ucap Salma sambil mentowel dagu Rony.
"Apa sih?" Rony mendungus.
Salma membiarkan Rony kesal, nampak lucu, karena meributkan hal yang nggak penting baginya.
"Lo aneh," ucap Salma setelah menelan suapan pertamanya.
"Aneh apanya?"
"Ya, gitu, kesel Lo nggak penting banget,"
"Lo yang aneh," ucap Rony, "Bisa-bisanya muji-muji cowok lain di depan gue,"
"Daripada di belakang Lo? Lo milih mana?" goda Salma.
"Anjing! Nggak dua-duanya," Rony kesal.
"Mujinya di dalam hati gue aja kalau gitu?" tandas Salma.
"Bangsat! Kalau Lo emang suka dia bilang aja," Rony benar-benar kesal dengan tingkah perempuannya.
"Ya emang gue suka, kagum aja,"
Sial! Batin Rony. Apa sih maksud Salma? Merusak suasana saja.
"Ya sana Lo pacaran aja sama dia,"
"Yakin?" Salma masih menggunakan nada menggodanya. Makin Rony kesal makin suka dia.
Rony meletakkan lagi sendoknya, belum sesuap nasi pun yang dia masukkan ke mulutnya. Otaknya keburu kenyang.
"Mau Lo apa sih, Sa?" suara Rony pelan sekarang.
"Ehm, gimana ya..." ucap Salma.
Rony menarik dan menghela nafas panjang. Kesal dipermainkan Salma.
"Ron, Lo ga pede ya?" tanya Salma.
"Lo pikir?"
"Apa coba yang bikin Lo nggak PD?"
"Lo nggak kagum sama gue, Lo nggak mau diketahui pacaran sama gue di kampus Lo, Lo nggak mau lagi gue antar jemput,"
"Astaga Ron! Gue punya alasan buat itu semua. Dan bukannya ga mau diketahui, tapi nggak sekarang-sekarang ini, nanti lah kalau mereka udah tau gue kek mana, udah ngerti kualitas gue,"
"Alah, bilang aja gara-gara cowok itu kan?"
"Ron," panggil Salma lirih. Salma menggenggam tangan Rony yang terlipat di meja. "Gue kagum sama Lo, cewek mana yang ga kagum kalau cowoknya di pampang di presentasi di kampusnya. Segitunya kampus gue banggain Lo. Gue cuma nggak mau dibebani ekspektasi tinggi, paling parah diomongin buruk, ga cuma soalan gue tapi juga nama Lo," terang Salma.
"Males gue denger omongan, 'pacarnya Rony kok jelek si'," Salma beralasan.
"Orang nggak ada yang ngomong gitu, ngapain takut. Yakin nggak ada alasan yang lain?"
"Ish, bukan soalan itu berarti masalah Lo, lebih ke soalan Mas Ditho ya?" tanya Salma. Bukan soalan kekaguman Salma pada Rony, atau alasannya melarang Rony mengantar jemput. Persoalannya adalah Ditho, titik.
"Mas, mas. bangsat!"
"Gue kagum sama cerita pengalamannya, seru. Nggak lebih,"
"Tapi Lo semangat banget nyeritain dia,"
"Gini ya Ron, kami kan satu bidang peminatan. Jadi interest-nya mirip. Dia kuliah di Solo, jadi gue lebih familiar sama nama kampusnya daripada kampus Syarla. Tadi dia yang lebih banyak cerita, ya jadi gue lebih tau. Itu juga baru tadi dibahas pas sambil nunggu Lo, gitu," Salma berusaha memberikan penjelasan pada Rony.
"Gitu doang?" tanya Rony meyakinkan.
"Ya kali Ron, ini baru hari pertama gue. Lo udah kayak gini. Gimana besok kalau udah mulai kenal kating? Terus ada yang mengagumkan lagi, gue jadi takut mesti cerita apa nggak sama Lo..." ungkap Salma.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dengarkan [end]
FanfictionCerita sekuel dari 'Katakan: karena sebuah cerita berawal dari sebuah kata Meraih cinta itu mudah, tidak semudah itu memang. Mungkin tampak lebih mudah karena memiliki pembanding, mempertahankannya. Rony dan Salma sudah bertemu cinta. Keduanya salin...
![Dengarkan [end]](https://img.wattpad.com/cover/352460083-64-k793784.jpg)