02.10am
Lisa baru saja sampai di Asan Medical Center, dengan jalan terburu-buru walau langkah terpincang karena saat menuruni tangga Lisa keseleo, dasarnya memang reckless alias sembrono, nafasnya yang tersengal, dia tidak sabar bertemu dengan istri dan anaknya.
Karena semua karyawan Rumah Sakit sudah tahu siapa Lisa, tanpa bertanya pun Lisa diantar salah satu suster yang bertugas dini hari itu. "silahkan Tuan" ucapnya.
Lisa masuk ke dalam ruangan Jennie, lampu redup menandakan orang yang di dalam sedang beristirahat. Berjalan mendekati ranjang rawat, Lisa bisa melihat istrinya sedang tertidur pulas. Ditemani Eomma Kim yang tertidur sambil duduk di samping Jennie. Di sofa ada Appa Kim dan Jisoo, yang sama terlelap juga.
Tak lama dari situ Jennie yang bisa merasakan kehadiran seseorang yang dia tunggu pun membuka matanya. Wangi Lisa sudah pasti Jennie hapal, saat mata mereka bertemu. Lisa tersenyum pada Jennie, sedangkan Jennie sudah membuka tangannya untuk meminta pelukan.
"hubby" bisik Jennie
Lisa berjalan ke samping Jennie, dia menekuk lututnya agar sejajar dengan Jennie. "sssttt aku disini cinta, syuuttt yang lain masih tertidur. kau hebat Mommy, mianhe aku tidak menemani saat melahirkan tadi" balas Lisa dengan berbisik juga.
"aku yang minta maaf, aku menghiraukan kecemasan kalian..aku nakal kemarin malam Daddy mian, baby jadi harus lahir sebelum waktunya"
Lisa mengelus wajah Jennie, "it's okay, semua sudah selamat..yang paling penting itu. tapi nanti aku akan mengomeli mu saat kita pulang, huh dasar Mommy nakal"
Lisa mengecup seluruh wajah Jennie, "baby dimana Mom? Daddy ingin bertemu"
"baby di ruangan bayi, dia harus masuk inkubator terlebih dahulu untuk menjaga kehangatan tubuhnya...tapi tenang saja baby tidak kekurangan apapun, dia sangat tampan, sepertinya Mommy akan berpaling pada baby"
"oh kau mau begitu? tak masalah aku juga akan berpaling pada Hana dan mungkin calon anak kedua kita huh"
"jahitan ku belum kering, bahkan masih sangat basah karena baru tadi dijahit tapi sudah membahas anak kedua"
"hehehe itu hanya gurauan, tapi jika serius juga tak masalah..asalkan kau tidak keberatan"
Keduanya saling melempar canda, dan berakhir berpelukan. Karena Eomma Kim merasa banyak pergerakan dari Jennie dia terbangun dan kaget saat ada orang yang memeluk anaknya. "heol kau siapa? huh Lisayaa, Eomma kira siapa kau mengagetkan..kapan datang nak?" tanya Eomma Kim.
Lisa berjalan terpincang ke arah Eomma Kim dan memeluk mertuanya itu, "Eomma terima kasih sudah menemani Jennie lahiran, aku sangat senang Eomma" Lisa melepas pelukannya, "aku baru sampai mungkin 15 menit yang lalu" lanjut Lisa.
"syukurlah kau selamat, tapi kenapa dengan jalanmu kenapa terpincang seperti itu?"
Lisa terkekeh malu, "tadi aku menuruni tangga kaki ku keseleo Eomma hehe aku tidak sabar bertemu Jennie dan baby, jadi aku berlari"
"ish kau ini, lain kali hati-hati..sudah kau pasti lelah, tidurlah...Eomma akan mengajak Appa dan Jisoo untuk pindah ke ruangan Appa saja, agar kau bisa istirahat" saran Eomma Kim.
"tapi mereka sedang terlelap Eomma, biarkan saja..aku tidak lelah, pasti akan sulit tidur juga..aku masih merindukan anak Eomma hehe. sudah duduk lagi saja Eomma"
"ani, yasudah Eomma saja yang tidur di ruangan, Eomma masih mengantuk dan sangat pegal..jaga Jennie ne? Eomma ke ruangan Appa dulu" pamit Eomma Kim. Lisa mengangguk membiarkan mertuanya pergi karena Lisa juga merasa kasihan pada Eomma Kim yang tidur dalam keadaan duduk, itu pasti sangat pegal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Wedding Story
Storie d'amoreIn marriage, it's not about finding someone you can live with. It's about finding someone you can't live without. Lika-Liku perjalanan pernikahan Lalisa Manoban seorang Kapten Pilot Korean Air dan Jennie Kim seorang Dokter Anak di Asan Medical Cente...
