PHDDL - (29)

2.6K 189 91
                                        


.
.

"HAH! HALILINTAAARRR!"

B.Duri dan B.Taufan menatap kaget ke arah Guardian 7 lalu segera bertindak cepat seakan rasa takut mereka akan Ular menghilang entah kemana.

"Weih! Bukak mulut kau sekarang!" B.Taufan terbang mendekati yang ular yang masih mengangkat 1/3 tubuhnya dan menutup mulut rapat-rapat. "Cakera Udara!"

"Cepat bebaskan Halilintar! Libasan Berduri!" B.Duri menyerang ular itu dengan akarnya seperti sedang mencambuk. Ia menargetkan mata sang ular.

"SSSHHH!"

"Tiang Berduri!" B.Duri memunculkan akar besar dengan cepat. Tiang itu tepat mengenai mata kanan Guardian 7.

Tapi walaupun terus mendapat serangan beruntun dari B.Taufan dan B.Duri tanpa henti, Guardian 7 tetap tidak membuka mulutnya sama sekali.

"Hiii! Ape patut kite buat sekarang?!" tanya B.Taufan yang saat ini sibuk menghindari serangan ekor sang ular raksasa.

"Kite serang je terus!" seru B.Duri. Tak lama, Guardian 7 menyemburkan bisa-nya.

"Hah?! Perisai Taufan!" B.Taufan membuat angin yang berputar untuk melindungi diri. Tapi hal itu justru membuat bisa ular tadi menyebar kemana-mana.

"Perisai Anyaman!" B.Duri segera membuat perlindungan diri. "Weih! Kene aku lah!"

"Eee.... Hehehe, maaf"

"H-Huh?! M-Meleleh?!" mata B.Duri membola saat bagian Perisainya yang terkena bisa meleleh dengan kecepatan yang mengerikan.

"Sambaran Mega Halilintar!"

JDEEERRR!!

Kilat merah menyebar dan menyambar seluruh tubuh Guardian 7 secara ganas dan tanpa henti. Sampai akhirnya ular itu menjatuhkan kepalanya di tanah dan terkulai lemah tidak sadarkan diri.

"Hah!" B.Duri dan B.Taufan bergegas membuka mulut Guardian 7 dengan kuasa masing-masing.

"Fuh, panas juga kat dalam tubuh ular" gumam B.Halilintar santuy sambil melompat keluar dari mulut ular menuju ke tanah.

"HALILINTAARR!"

"Urgh...." B.Halilintar pasrah saat mendapat pelukan erat dari kedua pecahannya.

"Kau oke ke?" tanya B.Taufan.

"Hm, oke"

"Halilintar tadi dah masuk perut ular tu ke?" tanya B.Duri.

"Dah. Aku dapat selamat sebab Sistem Perisai darurat (Name) aktif tepat pada masanye"

"Selalu je (Name) yang selamatkan kite. Bile kite dapat selamatkan (Name) ye?" 🌵

"Entahlah" ⚡

"Maaf, Halilintar.... Sebab aku, kau--" ucapan B.Taufan terhenti saat ia merasakan tangan yang meng-pat-pat dirinya. "Eh?!"

"Dah lah. Tak perlu. Macam mane ngan Florabot? Kat mane die?"

"Eee.... Tadi aku letak...."

B.Duri mengambil Florabot yang berada di balik pohon dengan akar-akarnya lalu memberikannya pada B.Halilintar. "Nah~"

"Berjaya pun" setelah itu, ketiganya bercantum semula menjadi Boboiboy Ori.

"Fuuhh.... Baik kene makan ngan (Name), daripada kene makan ngan Ular gergasi...."

Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang