PHDDL - (37)

2.7K 223 72
                                        


"EEEEHHHH?!"

"A-AKU....?!"

(Name) menyimpan tabletnya lalu tersenyum penuh arti dan menatap ke arah Duri sebentar. "Tapi sebelum tu, kite sholat dulu. Dah masuk masa ni"

"Emm.... Baik...." mereka bertiga pun pergi wudhu ke kamar mandi yang berbeda. B & D di lantai satu dan (Name) di lantai 2.

"A-Abang Boi.... Ape maksud dari Akak (Name) tadi?" bisik Duri yang berjalan tepat di belakang Boboiboy.

"Hmm.... Entahlah. Aku pun tahu. Kejap lagi akan tahu lah"

Beberapa Saat Kemudian....

Kini mereka bertiga telah kembali berada di meja makan, tapi sedikit berbeda dengan makan siang tadi. Saat ini (Name) dan Duri duduk saling berhadapan dan Boboiboy di antara mereka.

Duri saat ini tremor parah karena (Name) menatap dirinya dengan tatapan tajam yang seakan mampu mengetahui apapun yang ia inginkan. Dan yang lebih menyeramkan, bersamaan dengan tatapan itu, (Name) tersenyum.

'A-Ape yang Akak (Name) nak dari aku?' (⁠;⁠ŏ⁠﹏⁠ŏ⁠) keringat dingin mengalir turun di punggung Duri. Ia sangat terintimidasi oleh tatapan itu.

'(N-Name) betul-betul putri Ayah Ichi....' batin Boboiboy yang teringat tatapan Daichi dulu. Ia saja langsung merinding hanya karena mengingatnya. Apalagi sekarang seperti melihat dan merasakannya lagi.

"Jadi, dapat kite mulakan sekarang?" ^^  tanya (Name) tanpa menghentikan tatapannya. Duri lekas mengangguk secepatnya. "Bagus"

"Pertama. Duri ingat tadi aku cakap kalau Duri tengah lemah sangat, kan?"

"D-Duri ingat!"

"Sebab tu, Duri kene jalani tes fisik dulu sebelum jalankan misi bersama kami"

Duri kebingungan. "Tes fisik....? Misi? Emm.... Ape mi--"

"Aku belum izinkan Duri untuk bertanya" ^^ tatapan (Name) semakin seram dan kini aura hitam pekat menguar darinya.

"B-Baik.... D-Duri minta maaf...." ucapnya yang semakin tremor setiap detik bertambah. 'Huhuhuhu, Akak (Name) seraamm!' (⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)

"Total Duri sakit hampir 5 hari, kan?" Duri mengangguk secepat mungkin. "Otomatis tubuh akan melemah karena terlalu sikit bergerak dan selama itu pun tubuh kurang kegiatan fisik dan kurang terkena cahaya matahari"

'Akak (Name) betul-betul Dokter, ke?'

"Ini yang terpenting. Duri baru je terlepas dari infeksi dan tak jadi bertukar menjadi Oni"

Duri memiringkan kepalanya sedikit karena bingung. "O-Oni?"

"Boy, tolong jelaskan" Boboiboy mengangguk lalu menjelaskan tentang makhluk itu secara singkat, padat dan jelas.

Setelah penjelasan selesai, Duri menutup mulutnya dan menahan perasaan sangat ngeri dengan mata bergetar lalu bergumam. "J-Jadi Duri hampir bertukar macam Zombie yang kat planet Rundai hari tu?!"

"Ha'ah. Dan nama sebenar makhluk tu adalah Oni" jawab Boboiboy santai.

Duri menyadari sesuatu yang lain. "Hah! T-Tunggu, jadi Abang Boi yang sela--"

"Ekhem, Izin bertanya belum diberikan" ^^

"Errkk.... M-Maaf...." Duri langsung kicep.

Boboiboy tersenyum penuh arti lalu diam-diam memberi Istrinya acungan jempol. 'Nice, My Wife'

Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang