PHDDL - (3)

7K 478 75
                                        






Dini hari yang dingin dan tenang. Di waktu seperti ini banyak sekali orang-orang yang tengah berada di alam mimpinya. Mereka istirahat dari hari mereka yang panjang dan sibuk dengan baik. Tapi tidak dengan (Name).

Terlihat (Name) tengah sibuk dengan berbagai alat elektronika miliknya. (Name) terbangun beberapa menit yang lalu. Ia tidak bisa kembali tidur karena kejadian kemarin.

Akhirnya ia pun memutuskan untuk membuat alat perlindungan dan alat penyamaran yang terus ia perkuat semaksimal mungkin dengan kefokusan penuh.

(Name) saat ini berada di lantai 1, di dalam salah satu kamar yang masih dibiarkan kosong. Ia mengubah kamar itu menjadi ruang kerjanya.

3 Jam kemudian (Name) baru selesai. Harusnya bisa jauh lebih cepat kalau (Name) menggunakan kuasa dari jamnya. Tapi karena jamnya Malfungsi seperti milik Boboiboy, mau tidak mau (Name) harus melakukan lebih banyak hal-hal rumit dalam prosesnya.

'Fiuuhh.... Selesai pun....' batin (Name) sambil mengamati benda yang ia buat. 'Sempurna'

(Name) menyimpan benda itu di dalam Inventori-nya, berjalan keluar, menutup dan mengunci pintu ruang kerjanya itu lalu Teleport ke kamarnya yang di lantai 2.

'Hoaamm.... Aku pasang esok je lah. Sekarang aku nak tidur dulu....'

(Name) merebahkan tubuhnya, memeluk guling, menarik selimutnya kemudian menutup matanya. Ia tidur miring ke kiri. Di belakangnya ada bantal lalu dinding.

(Name) merasa baru saja tidur sebentar lalu samar-samar mendengar suara alarm. Ia mengabaikannya dan lanjut tidur karena mengantuk berat. Tapi tak lama, ada suara yang mencoba membangunkan dirinya.

Tok Tok Tok

"(Name)?" panggil Boboiboy dengan suara pelan yang sudah berada di depan pintu kamar (Name) sambil mengetuk pintu. Tapi tidak ada jawaban.

Boboiboy akhirnya memutuskan untuk memasuki kamar (Name) untuk membangunkan istrinya itu.

"(Name), Bangun. Jom sholat subuh bersama" kata Boboiboy sambil duduk di pinggir ranjang lalu sedikit mengguncang tubuh (Name).

"Hmmm.... 5 Menit....." gumam (Name) tanpa membuka matanya dan malah memeluk gulingnya lebih erat lagi.

Boboiboy menyibak anak rambut yang menutupi mata (Name) lalu tersenyum kecil. "Tak boleh, (Name). Jom sholat dulu. Nanti boleh tidur lagi"

(Name) tidak bergeming sama sekali.

Boboiboy menghembuskan nafas panjang sambil tersenyum. 'Haih, istri aku ni....'

Merasa gemas dengan istrinya, Boboiboy membungkuk, memposisikan tubuhnya agar setara dengan (Name) lalu wajahnya tepat di depannya.

"(Name), bangun" ucap Boboiboy sambil mentoel-toel pipi kanan (Name) lalu menyentuh ujung hidungnya beberapa kali.

"Hmmm.... Oke...." (Name) kalah. Ia kemudian membuka matanya perlahan.

"GYAAAHH!"

(Name) terlonjak kaget setelah membuka matanya dengan baik ia melihat pemandangan tepat di depan wajahnya adalah wajah Boboiboy. Saking kagetnya ia langsung bangkit dari baringnya.

"Huft.... Terkejut aku...." gumam (Name) yang sudah duduk sambil mengelus dadanya.

Boboiboy terkekeh pelan lalu menegakkan tubuhnya. "Itulah tak nak bangun lagi. Jom sholat subuh. Dah masuk masa ni"

Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang