PHDDL - (43)

2.4K 207 145
                                        

"Aku.... Tak yakin aku mampu buat diorang jadi Manusia balik...."

Finn yang mendengar perkataan itu, segera mendekap Lizy. "Kenape Lizy tak percaya ngan diri sendiri ni? Finn je percaya sepenuhnye kalau Lizy akan mampu buat mereka bertiga jadi Manusia balik"

"Mm.... Betul ke?" gumam Lizy.

"Mestilah betul. Lizy kan hebat" ucap Finn sambil mengelus kepala belakang Istrinya itu.

"Hm.... Baiklah. Aku akan buat yang Terbaik"

"Ha, macam tu lah Istri aku" ucapnya sambil tersenyum manis dan meng-pat-pat kepala Lizy lembut.

"Errgghhh.... P-Panas...." tiba-tiba Ice mengerang kesakitan dan bergerak-gerak gelisah dengan keringat yang muncul di berbagai bagian tubuhnya.

Tentu saja Lizy kaget mendengar hal itu. "Hah! Finn, cepat bekukan bilik ni!"

"Baik!" Finn segera menggunakan Kuasa Es-nya. "Medan Ice!"

Kini Ruangan itu telah beku.

"Atribut Blaze" Lizy lekas menyelimuti tubuhnya dengan kuasanya agar tidak kedinginan. Lalu ia segera memeriksa denyut jantung salah satu dari ketiga Boel.

"Bagian tubuh yang terluka kecik dan pulih 25%. Tingkat perubahan telah mencapai 51%" Lizy langsung memunculkan beberapa suntikan yang telah terisi suatu ramuan yang berbeda warna. Mereka melayang di udara.

Ia meraih salah satunya kemudian segera menyuntikkannya pada lengan bawah Halilintar. Tapi....

Takk!

?!!

Seketika Lizy dan Finn sangat terkejut saat melihat jarum suntiknya langsung patah.

"T-Tak mungkin...." gumam Finn.

"Jadi ini perbezaannye.... Kalau macam ni, aku tak ade pilihan lain" Lizy langsung mengganti jarumnya yang patah dengan yang baru lalu menatap ke arah Suaminya. "Finn, kalau kau tak sampai hati ( Tega ) dengan ape yang akan aku buat, baik jangan tengok"

"Tak pe, Lizy. Aku oke"

"Hm, baiklah" Lizy memunculkan Belati kecil di tangan kirinya lalu segera menggores lengan bawah Halilintar sekitar 3 Cm dengan cepat. Kemudian ia segera menyuntikkan ramuannya ke dalam luka yang bisa di bilang dalam itu.

'U-Ukhh....' Finn sedikit tertekan.

Tanpa basa-basi, Lizy lekas melakukan hal tadi pada Boel yang lain. Ia menyuntikkan kedua ramuannya di tempat yang berbeda yaitu di lengan atas dan bawah. Jadi dirinya membuat luka gores di dua tempat. Untungnya ketiga Boel itu belum sepenuhnya mampu memulihkan diri sendiri.

"Fuuhh.... Selesai...." gumam sambil menghilangkan suntikannya yang telah kosong. "Finn, kau jaga mereka. Aku nak Operasi yang lain. Langsung bagi tahu aku kalau ade ape-ape"

"Baik!"

Setelah Finn mengangguk, Lizy lekas Teleport ke Ruang Perawatan yang di sana telah terbaring Gempa, Fang, Solar, Sai, Shieda dan Kokoci. Mereka belum sadarkan diri satu pun sampai sekarang.

"Macam mane keadaan diorang semua?"

"Mop mop mop mop mop mop mop mop"
( "Kami dah bagi diorang semua suntikan macam yang Kapten suruh. Sampai sekarang belum ade yang bangun" )

"Hmm...." Lizy berjalan mendekat lalu memeriksa denyut jantung semuanya secara satu persatu. "Dah boleh...." Ia menoleh lalu menatap ke arah Alien Mop yang telah berkumpul di dekatnya.

Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang