"Apekah aku.... Terlambat datang?" gumam Denan yang baru saja sampai di tempat Yaya. Ia sedikit mengibaskan Belatinya untuk menghilangkan noda merah yang ada disana.
Denan menoleh ke arah kepompong Yaya. "Haruskah aku sedarkan Yaya dulu?"
DEG!
!!
'I-INI....' Dada Denan seakan terikat. Ia tiba-tiba merasa tercekat dan jantungnya berdebar kencang sebab sesuatu yang misterius. Ia lekas memeriksa jam kuasanya untuk mengetahui lokasi pasti H, B & I serta Ayaka. "500 meter dari sini"
Ia segera berlari cepat menuju ke sana sambil menebas para Oni yang menghalangi jalannya tanpa keraguan.
"Ketepi kau!"
Crash!
Berkat latihan kerasnya dan pengalaman dirinya yang pernah Sparring dengan Pelatihnya No.2 dalam Mode Halilintar, Denan bisa menebas dan memenggal dengan kecepatan tinggi sambil terus berlari.
Setelah puluhan kali menebas dan memenggal, ia akhirnya sampai di tempat Ayaka berada.
"A-Apekah?!" mata Denan membelalak sempurna saat melihat kondisi tempat itu yang mengenaskan.
Banyak mayat kering berserakan layaknya sampah. Darah merah segar mengalir di tanah. Lalu Ayaka tengah duduk santai di salah satu atap bangunan dan yang paling membuat Denan syok adalah dirinya melihat Ketiga Kakaknya terkapar tak berdaya.
Terlihat Halilintar, Blaze dan Ice berada di tanah dengan jarak yang cukup berdekatan. Ada satu persamaan mencolok dari mereka bertiga yaitu ketiganya terluka parah dimana-mana.
Tapi setelah Denan memperhatikan saudaranya dengan detail, ia menyadari kalau di sekitar pundak kanan Halilintar tertembus sesuatu. Blaze sama seperti itu, tapi bedanya ia berada di pundaknya yang kiri lalu Ice kaki kiri bawahnya yang berlubang.
Ketiganya terluka sangat parah. Dari bagian tubuh yang terluka tadi terus mengalirkan darah merah segar. Itupun belum dari hidung, mulut dan luka gores yang lainnya.
'HAH! K-KORANG!' mata Denan bergetar hebat saat menyaksikan pemandangan itu secara langsung.
"Hei, sudah selesai melihat-lihatnya?" pertanyaan Ayaka itu membuyarkan perhatian Denan yang langsung menoleh ke arahnya.
"HIII! BERANI KAU BUAT DIORANG SAMPAI MACAM TU?! APE YANG KAU NAK DENGAN MEREKA, HA?!" bentak Denan emosi.
'Urgh.... S-Siape tu.... Apesal die sampai marah sangat macam tu....?' Halilintar dan Blaze yang masih sedikit sadar seketika berusaha melihat orang yang baru saja datang itu.
Ayaka tersenyum miring. "Tidak banyak. Aku hanya menunggu mereka menjadi milikku sepenuhnya saja"
"A-APE?!" Denan terkejut bukan main.
'.... A-Ape maksud die....?!' batin Halilintar dan Blaze sama. Mereka mati-matian menahan sakit di sekujur tubuh dan mempertahankan kesadaran masing-masing.
"KAUUU!" emosi Denan memuncak. "Tiang-Tiang Balak Berduri!"
BRAAKK!
Muncullah sebuah akar raksasa tepat dari dalam tanah, di belakang tempat Ayaka duduk. Akar itu sampai mampu menjebol atap bangunan lalu hendak mengikat Ayaka.
Slash!
Ayaka menoleh ke arah belakang dengan santai lalu memotong akar-akar tadi menggunakan sulur tulangnya dengan mudah. "Mudah sekali"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // END
Romansa[ 3 ] Boboiboy dan (Name) harus pergi ke Dimensi Lain untuk menyelesaikan misi tanpa bisa menolak? Misi antar Dimensi? Dimensi para Boel berada? Ini Musibah atau Berkah? "Permainan Dimulai" -Daichi Boboiboy hanya milik Monsta
