Jam 06.14 Pagi.
"Mmm...." Boboiboy bangun tidur dan duduk dari baringnya sambil mengusap kedua matanya sebelum menoleh ke samping. "....(Name), selamat pa--EH?!" ia seketika kaget saat Istrinya sudah tidak ada.
Tanpa basa-basi, Boboiboy langsung keluar dari tenda dan menoleh ke berbagai arah untuk menelisik keberadaan Istrinya. "(Name)?! Kau kat mane?! Ughh...."
Karena tidak mendapat hasil yang ia inginkan, Boboiboy memeriksa Jam Kuasanya untuk mencari tahu dimana lokasi (Name) saat ini. Untunglah Jam (Name) aktif. "Fiuuhh.... Alhamdulillah.... Tapi.... Lokasi (Name) sekarang macam kat tengah-tengah Hutan Mati.... Kenape Istri aku pergi dan ade kat situ pagi-pagi macam ni...."
"Mesti nanti aku akan tahu penyebabnye" Boboiboy tersenyum yakin sambil mengepalkan tangannya. "Hm! Aku kene pergi sekarang! Boboiboy Taufan!"
Dengan Hoverboardnya, B.Taufan terbang tinggi dengan sangat cepat menuju ke lokasi sang Istri.
Dalam perjalanan, ia melihat Hutan Hijau lebat dibawahnya sebelum akhirnya sampai di Hutan Mati. Hutan yang berisi pohon-pohon besar yang telah Mati dan kering tanpa daun satu pun. Hal itu membuat suasana Hutan itu terasa dingin dan seram.
"Dah sampai. (Name) kat bawah tu je" B.Taufan terbang turun perlahan sebelum mendarat dan berubah kembali menjadi Boboiboy Ori. "S-Sejuknye kat sini"
Setelah berjalan 10 langkah ke depan, Boboiboy pun menemukan (Name). Tapi ia langsung sangat terkejut saat melihat keadaan sang Istri. Matanya pun sampai bergetar. "Hah....?! (N-Name)....?!"
Terlihat (Name) saat ini berdiri di dekat pohon mati besar dengan menutup mata dan tubuhnya dikelilingi oleh bilah-bilah es besar tajam yang mencuat ke atas, seakan-akan tengah terjebak total. Ditambah ada beberapa garis ke-ungu-an di leher sisi kirinya yang sekilas menjalar dari arah bahu.
Mata Boboiboy semakin bergetar setiap detiknya. Ia berjalan pelan dan hendak menyentuh kepala sang Istri. ".... T-Tak mungkin.... (N-Name)....?"
"Jangan sentuh aku.... Boy" (Name) membuka kedua matanya tepat sebelum tangan Suaminya sampai di kepalanya. Tentu saja tangan Boboiboy langsung berhenti bergerak.
"K-Kau kenape, (Name)?! Ape dah jadi?! Apesal kau boleh sampai jadi macam ni?!" tanya Boboiboy bertubi-tubi dengan perasaan sangat khawatir.
"Tenang. Aku oke.... Untuk sekarang" semua es yang menjebak tubuh (Name) menghilang perlahan. (Name) menghembuskan nafas panjang. "Hufft.... Semua ais tadi aku sendiri yang buat"
"(N-Name) kenape sebenarnye?!"
"Hmm...." (Name) berpikir sebentar. Akhirnya dirinya membuka sarung tangan pendeknya bagian kiri lalu memperlihatkan punggung tangannya yang terdapat sebuah simbol khusus dan baru pertama kali Boboiboy lihat.
Simbol itu berbentuk lingkaran. Ditengahnya terdapat bentuk seperti tabung ramuan kimia yang terbalik vertikal seakan tengah dituang. Simbol itu berwarna ungu dan membuat tangan kiri (Name) tergambar beberapa garis ungu yang naik ke arah atas sampai ke leher.
Entah kenapa Boboiboy seketika merasa sangat sesak saat melihat simbol itu. "A-Ape tu, (Name)?!"
"Aku belum pasti, tapi aku rase.... Ini adalah Stigma of the Death"
"APE?!" Boboiboy terkejut bukan main karena langsung paham. "Macam mane--"
"Aku tak tahu macam mane aku boleh dapat tanda Kutukan ni. Tanda ni muncul tiba-tiba tengah malam tadi. Jadi, tubuh aku beracun sekarang dan inilah yang buat aku tinggalkan kau tanpa cakap ape-ape" (Name) tersenyum canggung. "Emm.... Aku minta maaf ye, Boy"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // END
Romance[ 3 ] Boboiboy dan (Name) harus pergi ke Dimensi Lain untuk menyelesaikan misi tanpa bisa menolak? Misi antar Dimensi? Dimensi para Boel berada? Ini Musibah atau Berkah? "Permainan Dimulai" -Daichi Boboiboy hanya milik Monsta
