PHDDL - (60)

2.6K 173 122
                                        


Triiinnggg!

"Huah! Ape tu?!" latah Boboiboy terperanjat kaget dari tidurnya. Ia bergegas duduk dari baringnya lalu menoleh ke tempat Istrinya berada. "(Name)-- Eh?! Kat mane (Name)?!!"

"Dah kat luar kot!" Boboiboy segera mengusap matanya beberapa kali kemudian keluar dari Tenda. "Urghh! Silaunye! Jam berape sekarang ni?!" dirinya yang tengah menunduk pun lekas memeriksa jam kuasanya.

"Huh?! Baru jam 2 Pagi?! Tapi sekarang dah macam jam 10 pagi lah!"

"Ah, Boy dah bangun rupanya! Aku baru nak bangunkan" ucap (Name) yang menghampiri Boboiboy dengan larian ringan.

"Mmm, (Name)" Boboiboy memeluk Istrinya dengan manja. "Kau pergi mane tadi...."

"Hehe, maaf. Tadi aku bantu-bantu sikit untuk kelola bahan makanan kat kamp ni. Sekarang jom makan bersama yang lain!"

"Hm? Kejap. Tadi bunyi ape ye, (Name)?"

"Ooo, itu alarm tanda Gate akan terbuka 30 Minit lagi. Alarm tu berbunyi supaya semua Tim dapat bersiap sebelum hadapi Gate"

Boboiboy mengangguk paham.

"Tadi Boy terkejut ye?"

"Hum, ha'ah. Terkejut sangat" ucap Boboiboy dengan nada manja dan menggembungkan kedua pipinya.

(Name) langsung merasa gemas. Ia mengalungkan kedua tangannya lalu mencium satu pipi tembam suaminya. "Maaf ye, Hubby. Patutnye tadi aku bangunkan kau lebih cepat"

Cup

Boboiboy tersenyum manis saat kedua pipinya mendapatkan ciuman lembut. Dirinya pun membalas pelukan. "Mm, okee"

"Jom kite pergi makan, Sayang!"

"Hm!"

Di tempat makan. Terlihat ada Halilintar, Solar dan Ice telah berada di sana terlebih dahulu dengan seporsi makanan di depan masing-masing. B & (N) lekas menyusul mereka dan duduk di bangku panjang itu.

"Hoaamm.... Aku masih nak tidur...." gumam Ice sebelum menjatuhkan kepalanya di samping seporsi makanannya.

"Kau ingat, kau sorang yang masih nak tidur? Dahlah, makan cepat" titah Halilintar.

"Yelah...."

Ice - Boboiboy - (Name)
Halilintar - Solar

Kemudian mereka berlima makan dengan damai walau agak perlahan karena masih mengantuk.

"Mmm.... Gulp.... Kurang pedas" gumam Boboiboy sebelum menoleh lalu melihat adanya Botol bubuk cabai di depan Istrinya. "(Name), Chili Serbuk kau tu ade lagi tak?"

"Mestilah masih. Ambiklah"

"Hehe, arigatou" Boboiboy meraih dan menuangkan Bubuk cabai di atas lauknya dengan secukupnya, tapi tiba-tiba ada yang hendak merebut Botol itu dengan cepat.

"Heh?! Apesal kau ni?!" tanya Boboiboy yang berhasil mempertahankan botol bubuk cabai ditangannya. "Tak sopan betul"

"Minta sikit je" ucap Ice dengan watadosnya.

"Kalau minta, cakaplah dulu. Jangan asik rebut milik orang lain. Walau aku mirip dengan kau, aku bukan saudara kau" -Boboiboy.

Ice merotasikan bola matanya. "Cih, kedekut. Cakap je kalau memang tak boleh"

"Hei.... Kau cakap ape tadi~?" ^^💢

'G-Gempa?! / Kak Gempa?!' ketiga Boel disana seketika tersentak kaget saat melihat Boboiboy tersenyum dan menguarkan aura kekesalan yang sangat menakutkan. Persis seperti saudara mereka, Gempa.

Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang