"Satu"
KHHIIIIIIIIEEEEEKKKKK!!!
Seiringan hitungan (Name), terjadi getaran hebat seperti terjadi Gempa. Dan saat usai, terlihat 10 Desert Worm yang memakan Ragnarok tadi, mencuat dari dalam pasir dan menjerit hebat secara bersamaan.
Mata Silver (Name) menyala. "Heh, sel saraf di seluruh tubuh tiba-tiba mati rasa. Tidak dapat bernafas. Seluruh sel tubuh seakan membeku dan tercabik-cabik dari dalam serta seperti terbakar diwaktu yang sama. Perasaan seperti terpotong-potong dengan 7 Pedang. Tertancap puluhan anak panah beku di sekujur tubuh. Jika rasa sakit kalian diukur, akan berapa Ratus Del, ya? Kekekekeke~"
[ Del adalah Satuan Ukur Rasa Sakit. ]
'S-SERAAAAMMM! AKU TAK AKAN PERNAH BUAT (NAME) MARAH!' batin hampir semua Geng Kokotiam yang ngeri setelah mendengar gumaman (Name) tadi.
'Aku jadi kesian pada Desert Worm.....' batin Ramenman dan Kokoci.
K-KHIIIEEEKK!!
Sepuluh Desert Worm terlihat ingin memuntahkan kembali apa yang telah mereka makan 10 Menit yang lalu, tapi terlambat. Ragnarok telah tercerna dan merusak tubuh mereka dengan ganas dan brutal dari dalam.
SPRAT!
Para Desert Worm menggeliat ke sembarang arah karena kesakitan. Mereka keluar sepenuhnya dari dalam pasir sebelum menyemburkan banyak cairan warna hijau pekat dari mulut mereka.
Setelah cairan dimulut mereka habis, semua Desert Worm jatuh ambruk tanpa daya lagi dan disebagian besar tubuh mereka, ada banya sekali bercak-bercak warna biru akibat efek Ragnarok.
"Bencana dah selesai~" ^^ ucap (Name) riang. "Semoga korang suka dengan Makanan terakhir korang yee! Hehehe"
( -_-💧) -All Sweatdrop.
"Mudahnye....." gumam Halilintar.
"Baguslah tu. Sekarang kite tinggal siasat Bunker Rahsia je, kan?" ujar Duri. Anggota lain pun mengangguk setuju.
Bsshh! WUUUSSSHHH!
Tiba-tiba semua Desert Worm yang telah mati tadi meleleh layaknya es sebelum menguap menjadi asap merah. Asap Merah itu terbang ke atas dan membentuk seperti bola raksasa di langit setinggi 40 Meter.
"Tengok atas sana, Semua!" seru Gempa sambil menunjuk bola tadi.
"A-Ape yang akan jadi?!" -Ying.
Tapi setelah berkumpul bola itu menghilang begitu saja diudara.
"EH?! HILANG?!"
"Hmm.... Entah kenape Insting aku teruk" gumam (Name).
"Lebih baik kita cepat selesaikan urusan kita disini" ucap Sean. Yang lain pun setuju. "Bunker Rahasia berjarak 30 meter dari sini. Setiap Bunker pasti memiliki dinding yang sangat tebal, jadi kita masuk melalui dinding bekas percobaan Desert Worm saja"
"Maksud kau, kite kene masuk ke dalam tanah pasir ni sejauh 30 Meter? Macam mane caranye?" -Ramenman.
Sean tersenyum tipis lalu menoleh ke arah Adik Iparnya. "Oboi, di dalam tanah masih ada Desert Worm yang tersisa?"
Boboiboy segera memeriksa tabletnya. "Masih. Tapi mereka macam dah mati sebab kelaparan. Tampak mereka nak ke permukaan tadi, tapi tak berhasil"
"Bagus" Sean memunculkan Blade panjang ditangan kanannya lalu menebas pasir. Terciptalah tebasan lurus sepanjang 30 Meter dan mencapai kedalaman 8 Cm di Gurun itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacaran Halal Di Dimensi Lain // Boboiboy x Reader // END
רומנטיקה[ 3 ] Boboiboy dan (Name) harus pergi ke Dimensi Lain untuk menyelesaikan misi tanpa bisa menolak? Misi antar Dimensi? Dimensi para Boel berada? Ini Musibah atau Berkah? "Permainan Dimulai" -Daichi Boboiboy hanya milik Monsta
