permata hati (part 3)🌸

365 29 2
                                        

Pov Rama

Pagi ini seperti biasa aku ke ladang selepas subuh,mengecek para pekerja yang sudah mulai panen.Kegiatanku biasanya dimulai dari jam 3 pagi,dimulai ngecek semua pengiriman hari ini digudang yang ada di samping rumah.Biasanya para pekerja mulai ke gudang dari jam 2 pagi kadang juga sebelum itu sudah datang.Aku biasa mengirim sayuran hasil panen kebeberapa pasar di Boyolali dan sekitarnya.Ada juga yang aku kirim ke Semarang bahkan Jogja.

Awalnya aku buta tentang dunia pertanian,tapi berkat usaha dan kerja kerasku akhirnya aku bisa diposisi sekarang.Awal mula aku terjun langsung ke ladang,tapi berjalan 2 tahun usahaku semakin lancar dan bisa menambah para pekerja.Jadi sekarang tugasku hanya mengawasi,sesekali juga terjun langsung ke ladang.

Pagi ini setelah mengecek ladang entah kenapa aku ingin jogging disekitar sini.Aku bergegas pulang untuk bersiap,aku berniat untuk berkeliling desa seperti kebiasaanku,biasanya aku jogging sore hari tapi entah kenapa pagi ini pengin jogging.
Aku melihat gerombolan anak² yang sedang bermain bola ditepi jalan,aku berhenti sebentar dan menatap mereka sejenak.Aku melihat seorang anak kecil menghampiri mereka dan ikut bermain.Anak itu Abi,aku masih ingat kalau itu Abi.Aku mendekat dan memanggilnya
"Abi!"panggilku padanya.

"Papa"dia berlari dan langsung memelukku erat.Entah kenapa aku merasa dekat dengan Abi.

"Abi lagi ngapain??"tanyaku sambil mengelus pipinya yang terlihat tembem.

"Main bola sama teman²,itu."dia menunjuk 3 anak laki²&2 anak perempuan yang tadi bermain bersamanya.

"Abi kenal mereka??"dia hanya menggeleng sebagi jawaban,aku pun melanjutkan ucapanku "Abi kesini sama siapa?sendirian?"
aku tidak melihat orang dewasa bersamanya.

"Sama...."mama"!!"dia pun berlari memeluk seseorang yang meneriakkan namanya,aku berbalik dan melihat seseorang yang sangat aku kenal,dia adalah Aira Nawangsari,istriku.
Walau sudah lama tak bertemu tapi aku yakin kalau dia,Aira istriku.Sekarang dia kelihatan lebih anggun dengan jilbab yang ia kenakan.

Abi.!.

"Mama!"

Aku memperhatikan interaksi mereka berdua,aku berjalan mendekati mereka.Benarkah dia istriku,Aira istriku.Aku mendengar percakapan mereka berdua tepat didepanku saat ini
"Abi pergi kok nggak pamit sama mama,lain kali nggak boleh gitu ya nak,mama sampai bingung nyariin Abi."Aira berjongkok didepan Abi dan mengelus pipinya,benarkah Abi putraku atau siapa dia?pertanyaan itu berputar diotakku.

"Maaf Abi salah,tadi Abi cuma mau ketemu papa."ucapnya.

Aku melihat Aira menghela menghela nafas panjang sebelum berkata "Abi denger mama ya,Abi nggak boleh gitu lagi kalau mau pergi harus bilang mama.Kita pulang ya eyang sudah nunggu dirumah."
Saat mereka ingin beranjak aku spontan berteriak"Aira!"

"Aira ini kamu kan?dan dia??"
tanyaku tepat saat berhadapan dengannya,benar dia itu Aira.
Aku nggak salah liat,walau penampilannya berbeda tapi aku yakin dia,Aira istriku.

"Maaf nama saya bukan Aira dan mungkin anda salah orang."dia langsung berjalan cepat dengan Abi di gandengan tangannya,Abi sudah menangis memanggilku "papa!Abi mau papa!papa!".Aira melepas cekalan tangannya pada Abi dan berkata dengan nada lebih tinggi"dia bukan papamu!bukan papamu.!"dia pun langsung menarik tangan Abi,
aku tahu kalau itu menyakiti Abi tapi Aira seolah tak peduli.

"Aira tunggu!Aira!berhenti kasian Abi."aku berusaha menghentikannya.

Aira berhenti sejenak dan berbalik menatap nyalang wajahku sambil berkata dengan penuh amarah"Abi anakku!jangan pernah ikut campur urusanku.!"dia berjalan semakin menjauh dariku.Pikiranku masih berkelana,masih blank dengan kejadian didepanku barusan.
Benarkah dia anakku?anakku dengan Aira?atau Aira sudah menikah lagi.Tapi itu tidak mungkin karena kami belum resmi bercerai.Aku pun berlari mengejar mereka namun tak kutemukan mereka disekitar sini.Aku berbalik arah dan berlari pulang,aku harus menceritakan kejadian ini pada ayah,ayah harus tahu kalau menantunya ada disini.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang