Deru kendaraan sudah mulai terdengar sejak ayam belum berkokoh,pada pejuang rupiah sudah mulai mengais rejeki berperang dengan hawa dingin dan kantuk yang tidak bisa dielekan.Aku adalah bagian dari mereka,sejak jam 3 pagi sudah bangun dan bersiap untuk kepasar induk,tujuan utamaku adalah membeli semua bahan buat daganganku.Ya aku seorang penjual salad buah,buah segar potong dan juga seorang budak corporate.Usaha ini sudah aku jalani sejak aku masih SMA sampai sekarang,awalnya aku berjalan sendiri tapi sejak beberapa tahun ini aku dibantu dengan adik laki-lakiku.Kami saling membantu satu sama lain,biasanya dia bagian angkat-angkat belanjaan dan aku bagian bayar-bayar.Sejak dia ikut bantuin aku jadi bisa nerima lebih banyak pesanan setiap harinya.Salad buah aku buat setiap hari sesuai pesanan pelanggan,buah potong juga disesuaikan dengan pesanan pelanggan jadi tidak ada barang-barang yang mubazir atau nggak habis dijual.
Sampai rumah semua buah kami cuci dahulu sebelum kami kupas,ada adekku yang bertugas mencuci buah,aku dan ibu bertugas mengupas buah dan setelahnya kita akan packing bareng-bareng sesuai pesanan.Capek sudah pasti jangan ditanya tapi ada banyak mimpi yang harus aku perjuangkan,ada ibu yang harus aku bahagiakan,ada adekku yang harus tetap kuliah demi masa depan yang lebih baik dari ini.Semuanya biasanya siap jam 7 pagi,
aku langsung bersiap untuk berangkat kerja dan mengantar pesanan orang-orang kantor.Adekku juga sama,setelah ini dia akan kuliah,sekalian membawa pesanan teman-teman kampusnya atau beberapa langganan yang rumahnya searah.Sedang dirumah ada ibu yang selalu mendoakan kami anak-anaknya.
Sampai kantor langsung aku antarkan semua pesanan,jangan sampai terlewat sedikitpun,tak lupa juga sarapan salad buah dan buah potong sebagai penganjal perut sebelum berperang dengan tumpukan pekerjaan yang menggunung.Jika ditanya aku kerja dimana,aku kerja sebagai staff accounting disalah satu perusahaan konstruksi dikotaku.Kalau ditanya sudah punya pekerjaan tetap kok masih jualan,
jawabannya karena dari jualan itulah aku bisa sekolah,bisa kuliah dan berada diposisiku sekarang.Aku nggak mungkin begitu saja meninggalkan pekerjaan lamaku setelah dapat pekerjaan baru,aku juga punya banyak pelanggan setia yang dari dulu sampai sekarang masih bertahan.Aku juga sudah suka dengan pekerjaanku sebagai penjual salad buah dan buah potong,anggap saja sekarang pekerjaan ini adalah hoby yang menghasilkan,asyik kan.
"Mbak Sekar minggu jualan nggak di alun-alun?"aku menoleh saat ada suara dibelakangku.
"Insyaallah jualan,mau pesen apa biar tak singkirin gitu nggak tak display."jawabku pada Andini temen satu divisiku.
"Biasa salad 3 sama nanas potong 2 ya mbak."ucapnya padaku.
"Okey aku note dulu,aku langsung mengambil notebook tempat biasa aku nulis pesanan."
"Uangnya aku transfer sekarang ya??"
"Yow besok aja,kan kita nggak tahu kalau besok hujan terus aku nggak jualan atau ada alangan apa gitu."ucapku pada Andini.
Kami pun melanjutkan pekerjaan kami masing-masing,akhir bulan biasanya kita agak molor pulangnya cuma enggak pernah lebih dari jam 7 malam.
"Mbak Sekar dipanggil bu Dina."aku menatap Risa yang baru saja datang.
"Aku!kenapa ya?"tunjukku pada diriku sendiri,tumben banget dipanggil HRD.
"Naik gaji kayaknya mbak."kelakarnya sambil berjalan kemeja kerjanya.
"aamiin paling kenceng."kataku sambil berlalu untuk menemui bu Dian.
Kantor HRD ada dilantai 8 jadi aku harus naik lift buat kesana,aku melihat beberapa calon karyawan yang masih menunggu interview.Setahuku hari ini ada interview untuk calon marketing dan satpam,ada beberapa posisi yang kosong setahuku.
tok tok tok
"Ohh Sekar silahkan masuk."ucap bu Dian.
"Ibu memanggil saya."tanyaku pada beliau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
