pov Satya(flashback)
Hari Jum'at kita putuskan untuk pulang,aku sudah bersiap sejak habis sarapan sedangkan istriku,Hanin masih ngobrol dengan ibu dan bapak di dapur.Hanin sudah kaya anak sendiri, Alhamdulillah ibu dan bapak menerima istriku dengan tangan terbuka.Kemarin urusan ditoko sudah selesai,ada beberapa bagian yang belum rampung dikerjakan tapi sudah dihandle sama Danu dan diawasi langsung sama ayah.Kita akan pulang kekota dulu,selain menjemput ibu yang akan pulang besok siang,juga ada beberapa hal yang harus kita urus sebelum kepindahan kita kesini.
kring kring
"Dista tumben telfon."batinku berucap saat melihat hpku berdering saat aku baru saja ingin berpamitan pada bapak dan ibu.
"Hallo assalamualaikum Dis"
"Waalaikumsalam kamu dimana?"tanyanya cepat dan terdengar sedikit panik.
"Masih dikampung,kenapa tumben telfon?"
Dista itu temen kuliahku dulu dan kebetulan biro travel yang dipakai ibu mertuaku ketanah suci adalah milik suaminya,Andi.
"Hanin ada dimana?"
"Hanin dibelakang masih ngobrol sama ibu dan bapak,ada perlu sama Hanin biar aku panggilkan."ucapku.
"Sama kamu saja!"ucapnya tegas.
"Iya ada apa?kok suaranya tegang gini ya?"
suaranya tegas tapi terdengar ada kepanikan didalamnya.
"Mas Andi barusan dapat kabar dari Muthawwif yang mendampingi bu Sukma,
ustadzah Anisa mengabarkan kalau ibu Sukma meninggal selepas sholat subuh."
suara Dista menggema diseberang sana bagaikan sabetan petir ditelingaku."Satya!
kamu denger aku kan? Satya!"
"Astaghfirullahhalazim! Innalillahi Aina ilahi rojingun ibu!"aku tersadar saat suara Dista menggema ditelingaku lagi.
"Bu Sukma meninggal dalam keadaan bersujud setelah beliau sholat subuh.
Ustadzah Anisa menyampaikan setelah sholat subuh,ibu Sukma langsung berdzikir dan mengaji.Ibu Sukma bahkan sempat menjabat tangan ustadzah Anisa sebelum dia bersujud,beliau kira bu Sukma pingsan karena bersujud terlalu lama dan tidak bersuara.Ustazah Anisa meminta bantuan dan bu Sukma langsung dilarikan ke RS terdekat tapi dokter menyatakan bahwa bu Sukma sudah meninggal sebelum sampai RS.Saat ini jenazahnya masih berada di RS,menunggu pihak keluarga dan sedang dilakukan pemeriksaan."suara Dista bagaikan ribuan belati yang menusuk,untuk berkata pun rasanya aku tak mampu.Aku menjatuhkan tubuhku dikursi depan,aku memandang kosong halaman rumah bapak.
"Kata dokter penyebabnya kenapa?"kata itu yang bisa terucap saat ini,dengan suaraku yang bergetar.
"Henti jantung itu menurut pemeriksaan dokter,kita menunggu konfirmasi dari pihak keluarga.Apakah jenazahnya akan dibawa pulang atau dimakamkan disini?kalau dibawa pulang prosesnya akan panjang,itu nggak cukup 1 atau 2 hari,belum lagi biaya pemulangan jenazah yang mahal dan juga proses dokumentasi yang tak panjang."
"Hanin!bagaimana aku mengatakan semuanya pada Hanin."ucapku lemah.
"Maka dari itu aku langsung telfon kamu begitu dapat kabar dari team yang disana,
kamu bicara perlahan kalau nggak sanggup bisa minta bantuan bapak atau ibu.Aku tahu ini nggak mudah,kamu harus kuat demi Hanin karena Hanin pasti sangat terpukul mendengar kabar ini.Aku secara pribadi mengucapkan rasa bela sungkawa yang terdalam,bu Sukma insyaallah meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah.Bu Sukma meninggal dihari Jum'at,saat sedang beribadah di tanah suci.Aku tunggu konfirmasi secepatnya,setelah kamu bicara dengan Hanin,segera hubungi aku."
"Iya,aku tutup dulu telfonnya.Segera aku telfon kamu nanti assalamualaikum."
Aku menutup telfon dengan perasaan yang entah seperti apa,aku mengucap istighfar berkali-kali sebelum beranjak kedalam untuk menemui bapak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
