Nyatanya ditinggal pak Bagas dan pak Satya keluar kota tidak seburuk yang aku kira,aku bisa handle semua kerjaan disini sebaik dan semampu yang aku bisa.Pak Satya beneran menepati janjinya kalau hp selalu aktif,aku bisa menghubungi beliau kapan pun itu,
jadi kalau ada sesuatu yang urgent bisa langsung disampaikan tanpa tertunda.Pak Bagas memberikan aku cuti 1 hati setelah beliau pulang,katanya reward atas kerja kerasku selama beliau keluar kota.Memang rencana awal yang cuma 2-3 hari,akhirnya 10 hari karena berkunjung kebeberapa kota.Aku sengaja ambil cuti pas hari Jum'at jadi terasa long weekend untukku,padahal mau cuti atau nggak kegiatan tetep sama dirumah aja nggak kemana-mana.Malahan lebih enak kerja nggak bosen dan suntuk seperti sekarang ini.
"Cuti kok cuma gloleran nduk,mbok pergi jalan-jalan gitu lho nduk."kata ibu padaku.
"Ibu mau jalan-jalan ayook."jawabku dengan penuh semangat.
"Kamu lho bukan ibu,kalau ibu mending dirumah aja buat pesanan bolu gulung."ibu lagi mulai membuat adonannya.
"Males bu nggak ada temennya juga,aku bantuin apa bu?"kataku sambil menguncir rambutku biar nggak panas.
"Manggang aja nduk."jawab ibu.
"Siiap,adonanya buat lebih nggak bu?kok Hanin pengin bolu gulung nanas,kita kan masih punya selai nanas ya bu?"aku mulai memasukan adonan bolu kedalam loyang yang sudah dialasi kertas roti sebelumnya.
"Nanti ibu buatin sendiri,spesial buat anak cantik ibu.Selai nanas masih dikulkas nduk,. keluarin aja biar nanti gampang diolesin."
"Wach makasih ibu."seruku pada ibu.
"Kembali kasih sayangnya ibu."
Ibu dengan telaten menggulung dan memberikan toping coklat keju pada bolu yang sudah mateng.Aku cuma bagian jagain api kompor biar stabil karena,kita masih pakai oven manual bukan listrik.Ibu sudah tak tawari buat ganti oven listrik tapi beliau yang nggak mau, katane pakai ini aja .Apa harus beli dulu barangnya baru mau ganti barangnya yaa,pikirku saat ini.
"Ovennya ganti yang listrik aja ya bu,Hanin beliin yang besar."kataku pada ibu.
"Enggak usah nduk,itu aja masih bisa dipakai,masih bagus.Sayang uangnya mending ditabung aja nduk."nach kan tiap dibelikke sesuatu pasti bilangnya gitu.
"Hanin baru dapat bonus bu,lumayan lah."
memang akhirnya bulan lalu baru dapat bonus karena performa kerjaku bagus.
"Simpan aja nduk,beli logam mulia aja bisa buat investasi,kalau sewaktu-waktu butuh bisa buat dijual,gampang juga jualnya."
jawab ibu lagi.
"Besok kita beli ya,ibu yang simpan aja."
"Iya nduk,besok ibu tambahi kebetulan ibu ada rejeki."
"Disimpan aja uang ibu,ini pakai punya Hanin aja."
"Disimpan nanti dimakan rayap nduk,ibu malas kalau harus ke bank buat simpan uang.Alhamdullilah pesanan kue bulan ini rame,jadi ibu ada rejeki lebih."
"Alhamdulillah,gimana kalau kita liburan bu?ke pantai atau kemana gitu nginep disana.Sesekali merefresh pikiran bu."aku beneran nggak pernah liburan kalau nggak acara kantor,sejak kecil nggak kepikiran buat liburan.Ada uang sedikit mending disimpan buat beli beras atau buat pegangan kalau sewaktu-waktu ibu nggak ada pesanan kue.
"Ibu sebenernya pengin berkunjung ke makam almarhum bapak,ibu juga masmu.
Tapi jauh dan pasti butuh biaya yang nggak sedikit,disana kita juga nggak ada saudara jadi harus bawa kendaraan sendiri biar bisa pulang pergi."ucap ibu sambil menerawang jauh kebelakang sana, terlihat jelas gurat kesedihan diwajahnya.
"Apa besok kita kesana bu,kita bisa sewa rental mobil.Tapi kalau weekend biasanya susah cari rental,banyak yang penuh."aku juga pengin liat tempat kelahiran ibu,walau kita sudah tak ada sanak saudara tapi kita masih bisa berkunjung kemakam mbah dan mas Teguh,walau hanya sesekali saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
