sedikit 21+
"Aku duluan yang bersih² ya mas,kan cewek biasanya lama."
Aku mengambil baju ganti untukku dan untuk suamiku.
"Oke sayang."
Butuh waktu sekitar 15 menit untuk membersihkan diri.Walau udara disini dingin tapi karena kita habis BbQ dan juga karaoke jadi badan terasa gerah.Aku keluar dengan bathrobe yang melekat ditubuh dan juga handuk yang melilit kepalaku.
"Kok kramasan malam² gini,
pakai air anget kan???"ucap mas Gibran padaku.
"Gerah mas,rambut bau asap juga.Aku bawa hairdryer kok."
aku mulai membuka lilitan rambutku tapi pergerakanku ditahan oleh mas Gibran."kenapa mas butuh sesuatu??"aku menatap dirinya dari pantulan cermin didepanku.
"Biar mas bantu keringkan rambutnya."aku berucap sambil menyalakan hairdryer.
"Emang bisa??"ucapku ragu.
"Kalau nggak di coba kan nggak akan pernah bisa."aku mengikuti instruksi Tari dan ternyata tidak semudah yang aku liat,butuh keterampilan khusus."sudah selesai."aku menyisir rambut panjangnya,kukecup lembut puncak kepalanya.
"Terima kasih suami,ternyata berbakat juga."ucapku sambil terkekeh,aku mengambil vitamin rambutku dan mulai memakainya,semua yang aku lakukan diperhatikan oleh mas Gibran "kenapa kok liatinnya gitu?"ucapku sambil berbalik kearahnya.
"Nggak papa,cewek itu ribet ya habis mandi aja harus ini dan itu dulu,nggak kaya cowok."tadi Tari mengoles cairan seperti gel di rambutnya,setelah itu disemprot lagi entah apa itu seperti parfum baunya harum banget.
"Kalau mau cantik ya harus dijaga,semua itu butuh perawatan.Jadi siap kan uangnya habis buat perawatanku??"aku berucap manja sambil mengedipkan satu mataku.
"Uang mas nggak akan habis buat perawatan kamu,udah lah mas mau mandi dulu."aku langsung beranjak tanpa mendengarkan jawaban Tari,tapi bener setelah jadi suaminya baru tahu kalau tubuh Tari seindah itu.Selama ini dia selalu pakaian tertutup dan sopan jadi nggak nyangka kalau dibalik itu tersimpan keindaham yang waooo luar biasa.
Aku terkekeh mendengar ucapan mas Gibran,aku memastikan pintu kamar mandi sudah tertutup baru aku ganti dengan baju dinas yang diberikan Ghaida.Sebuah gaun tidur berbahan satin lembut dengan bentuk seperti bathrobe tapi jika dibuka ada gaun tidur yang sangat tipis,kaya saringan tahu menurutku.
Sebenernya malu tapi demi menyenangkan suami kenapa tidak,apa lagi ini malam pertama kita,kalau mas Gibran memintanya sekarang pun aku siap,tidak ada alasan buatku menolak kan.Aku sudah memakai parfum dibeberapa titik,pokoknya sudah kupastikan kalau penampilanku malam ini sempurna.Untung saja sebelum nikah aku sempat melakukan perawatan full body sebelum nikah jadi insya Allah tidak akan mengecewakan suamiku.
Aku sudah duduk diatas ranjang,aku mengenakan gaun warna hitam kontras dengan warna kulitku yang putih.Gaun ini tidak bisa menutupi pahaku jadi sudah terekspos dengan jelas.Gaun yang aku pakai kuturunkan sebelah hingga bahuku kebihatan sedikit,entah dari mana ide itu datang aku hanya pakai insting aja.
Ceklek
Aku mencium bau yang sangat harum dari kamar,saat aku melihat sekeliling kulihat istriku sudah duduk diatas ranjang.
Penampilannya malam ini buat aku panas dingin jadinya,aku nggak yakin bisa melepasnya malam ini.Gaun dengan bentuk kimono warna hitam yang sangat cantik ditubuhnya,dia kelihatan sangat sexi malam ini.
"Sayang...kamu nggak dingin??"
aku naik keatas ranjang tanpa mengganti bathrobe yang kupakai terlebih dahulu.
"Enggak kan bisa meluk mas biar nggak dingin."aku mencoba mengelus rahangnya yang halus,
mas Gibran sampai merem,apa begitu menikmati sentuhanku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
