Arshita(end)🍊

464 14 1
                                        


Setelah drama pak Aryan kecelakaan seminggu sebelum rangkain acara pernikahan dimulai,akhirnya hari ini Rabu rangkaian acara pun dimulai dirumah.Pagi hari dirumah sudah dimulai dengan acara pengajian yang dihadiri oleh tetangga sekitar rumah dan juga keluarga dekat.
Habis Ashar diadakan siraman dilanjut dengan midodareni,kata orang kan harus dipingit tapi tidak denganku,lah nggak ketemu dirumah tapi kan ketemu disekolah sama aja kan.Tapi sudah dua hari ini memang nggak ketemu dan nggak ada chat atau telfon dari pak Aryan.Tadi malam telfon tapi yang ngangkat Hani,aku sengaja nggak mau ngobrol kata ibu nggak boleh ya udah lah manut aja.

Acara paling mengharukan adalah saat aku meminta izin pada ayah dan ibu sebelum acara pengajian berlangsung.Rasanya air mata tak bisa berhenti mengalir dari kedua mataku,aku teringat ayah kandungku,
nenek dan juga mbah kung.Walau sudah ikhlas tapi kalau saat-saat seperti ini pasti teringat orang tersayang yang telah pergi mendahului kita.Sebelumnya aku sudah berziarah ke makam ayah kandungku,
nenek dan juga mbah kung,bersama pak Aryan,ayah,ibu dan juga Hani.Kami agendakan juga berziarah kemakam kedua orang tua pak Aryan.Besok saat acara sungkeman pasti akan banjir air mata,ini baru pengajian aja sudah gini.

Malam harinya acara midodareni,aku nggak boleh ketemu calon pengantin pria bahkan sama ayah sengaja nggak dipadang tv dikamarku,jadi beneran nggak bisa liat calon suamiku,cie calon suami uhuuuy.
Akad nikah akan dilaksanakan besok pagi jam 10.10 dilanjut dengan resepsi.Kami jadwalkan acara selesai sebelum jam 2 siang,mengingat kita tidak mengundang banyak tamu hanya tetangga dekat rumah,
keluarga dekat,para sabahat dan juga rekan guru disekolah.Kita undang kira-kira 150 orang kurang lebih,untuk acara ngunduh mantu akan dilaksanakan hari Minggu di kediaman eyang atau orang tua dari almarhum mama mertua.Tadinya pak Aryan menolak acara ngunduh mantu diadakan tapi akhirnya disepakati tidak ada pelaminan hanya kumpul keluarga besar dan para tetangga,jadi nggak ada acara formal seperti yang diadakan dirumahku.

Jam 5 pagi aku sudah tiap di venue acara,
aku langsung masuk kedalam ruangan yang khusus disiapkan untuk rias pengantin.
Kalau pak Aryan nanti langsung ke venue bareng dengan rombongan keluarga besarnya.Ketiga temanku juga sudah menginap disini sejak semalam,mereka menginap dihotel yang sama dengan pak Aryan,bahkan Nanda sudah datang sejak hari Selasa,padahal saat itu aku masih ngajar belum mulai cuti.

"Ya allah cantiknya neng,manglingi banget ini nggak kaya Shita."ucap Nanda heboh saat masuk keruang rias.

"Terima kasih,tapi aku deg-degan."

"Kamu tinggal duduk neng,yang harusnya yang tegang itu kak Aryan yang mau bacain ijab qobul."timpal Intan padaku.

"Tetep aja tegang ya,semalam aja susah tidur."ya semalam aku tidur hampir jam 1 malam,rasane deg-degan nggak karuan.

"Ya juga sich dulu aku juga gitu."ucap Rani menimpali obrolan kami"kak Aryan sudah didepan kok barusan aku liat,ganteng banget sumpah.Auranya nggak ilang-ilang sejak dulu ya."celoteh Rina.

"Inget anak bu."omel Nanda.

"Anak inget terus,tapi masa ada orang ganteng nggak diliatin kan rugi "ucapnya lagi dan membuatku terkekeh pelan.

"inget ada calon istrinya,bisanya mujinya didepan calon istrinya."ucap Intan.

"Nggak papa ya neng,setelah ini kan jadi hak paten milikmu.Bahagia selalu ya neng."

nach kan mulai kaya teletubbies kan berpelukan dan nangis,padahal sejak kemarin kita berempat sudah nangis saat acara midodareni.Katanya mereka nggak nyangka bisa liat aku sampai tahap ini,
secara aku nggak pernah deket sama cowok mana pun.Kata mereka otakku cuma buat kerja dan sekolah,jadi itulah yang buat mereka bahagia tanpa pacaran langsung nikah nggak pakai lama."Sudah lah jangan nangis, nanti make upku luntur "gumamku memecahkan suasana.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang