Tentangku 🌺

229 24 11
                                        

Kata orang jaman dulu kalau mau nikah harus puasa mutih,biar manglingi dan acaranya lancar.Tapi aku dan mas Satya lebih memilih puasa seperti biasanya selama 1 minggu menjelang akad nikah,
tujuan utamanya ibadah dan juga meminta dilancarkan dan dimudahkan semuanya.
Sejak pukul 4 pagi aku sudah duduk didepan meja rias,ada seorang MUA profesional yang sedang menyulap wajahku.Akad nikah akan dlaksanakan tepat jam 9 pagi,tadi jam 3 pagi kita semuanya langsung ke venue acara yang tak jauh dari rumah mungkin cuma 5 menit naik kendaraan.Ibu,ayah dan bunda sedang bersiap diruangan sebelah,sedang mas Satya dia langsung bersiap dari apartemen.

Sejak pagi rasanya sudah nggak karuan,deg deganya luar biasa bahkan cuma minum air putih aja rasanya nggak ketelen.Aku dan mas Satya sepakat untuk tidak makan dan minum setelah buka puasa kemarin dan akan makan dan minum setelah acara akad nikah selesai.Lebih tepatnya saat prosesi acara dulangan nanti,kalau ditanya apakah lemes,laper jawabannya enggak sama sekali,mungkin karena nervous jadi nggak haus atau kerasa laper.Aku sengaja tidak memberikan akses siapa pun masuk kedalam ruang riasku,nanti saat semuanya selesai yang pertama akan liat adalah ibu,
ayah dan juga bunda.Setelah itu akan akan digandeng ayah dan ibu menuju lokasi akad nikah yang berada diplataran sebuah restoran sunda dengan nuansa alam.

"Mbak Hanin cantik banget,manglingi banget."ucap MUA yang sedang membantuku berganti pakaian.

"Terima kasih atas pujiannya"

"Habis ini kita foto season sebentar ya trus nanti temu dulu bareng ibu,ayah dan bunda setelah itu persiapan buat akad."

"Baik mbak."

Pertama foto season dengan beberapa gaya arahan dari sang fotografer,setelah selesai dilanjutkan dengan first look bersama ibu,ayah dan juga bunda.

"Setelah hitungan ketiga bapak dan ibu bisa berbalik ya,satu,dua,tiga."aba-aba dari sang MUA kepada ibu,ayah dan juga bunda.

"Assalamualaikum."ucapku sambil tersenyum tapi juga menahan laju air mataku.

"waalaikumsalam ya Allah nduk,masya Allah cantiknya putri ibu".ibu yang pertama kali mendekat dan memelukku erat,disusul dengan ayah dan bunda bergantian.

"Masya Allah cantiknya putri ayah."ayah memelukku dan mengecup keningku.

"Sudah jangan nangis,ini hari bahagianya Hanin nanti makeupnya luntur "kata bunda yang memelukku bergantian dengan ayah.
"Sekarang mending bapak dan mbak Sukma kedepan, menyambut calon mantu dan besan."ucap bunda pada ayah dan ibu.

"Iya kami kedepan dulu,Hanin ditemenin bunda ya,nanti setelah akad nikah selesai kedepan sama bunda."ucap ibu padaku.

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban,
sejak kemarin bunda yang mengajukan diri buat menemaniku,katanya biar ibu dan ayah yang menerima tamu.Terima kasih sudah berbesar hati,mengizinkan ayah bersanding dengan ibu dihari bahagiaku.
Terdengar acara sudah dimulai beberapa menit yang lalu,aku meremas tangan bunda sesaat,rasanya sungguh luar biasa hari ini.

"Deg degan ya nduk,dzikir dan baca bismillahirrahmanirrahim lancar semuanya hari ini."bunda mengelus tanganku lembut.

"aamiin."

"Saya terima nikah dan kawinnya Hanindya Ramadhanti dengan mas kawin ,logam mulia seberat 31,10 gram dan satu set perhiasan dibayar tunai."

"Sah!"

"Alhamdulillah.'

"Barakallah anaknya bunda,sekarang sudah resmi jadi istri,bahagia selalu nak."bunda memeluk tubuhku erat, mengelus kedua pipiku yang berair.

"Aaminn makasih bunda."kita berdua menetralkan perasaan kami,hingga arahan dari pihak EO membuat kita bersiap menuju tempat akad nikah dilangsungkan.

Aku berjalan pelan digandeng oleh bunda,
senyum kita berdua mengembang sempurna.Aku melihat mas Satya sudah berdiri gagah didepan sana dengan senyum tak kalah cerah.Aku juga melihat ayah yang mengelap sudut matanya yang berair,ayah ini mudah sekali menangis akhir -akhir ini.
Bunda menyerahkan satu tanganku pada mas Satya dan bunda pun mengecup keningku pelan,mas Satya langsung mengambil alih genggaman tanganku.
Tangan kita berdua sama-sama dingin,air mata kita berdua pun sama-sama menetes saat tangan ini digenggam erat olehnya.Kita duduk dihadapan penghulu,para saksi dan tamu undangan yang hadir pada hari ini.Kami menandatangani berkas-berkas, pernikahan dan penyerahan buku nikah.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang