WAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!!
Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending.
Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
"apa nggak pengin kerja disini aja nduk?ibu sama bapak bisa nyariin kerjaan disini lho?"ucap ibu saat aku lagi beresin baju,aku kerja diluar kota sudah sejak lulus kuliah. Bukan nggak mau kerja disini tapi rejekinya mungkin ada tempat kerjaku sekarang.
"Yow nggak bisa bu,kan masih terikat kontrak masa mau resign?"ya aku masih terikat kontrak dua tahun kedepan karena baru aja pembaharuan kontrak bulan lalu.
"Ya enggak apa-apa,kena finalti?"kata ibu lagi padaku.
"Kena bu dan jumlahnya lumayan."maaf ya bu,padahal mau resign kapan saja boleh nggak ada finalti dan sejenisnya.
"ohh ya udah,pokoknya pesan ibu cuma satu sering-sering pulang ya?"
"Insya Allah."padahal aku sudah pulang sebulan sekali,bukan nggak mau sering pulang tapi kadang capek dijalan ditambah aku lagi ambil magister jadi banyak kegiatan dan tugas yang harus diselesaikan.
Setelah acara beberesnya selesai,aku lanjut buat pamitan sama bapak,tadi masih dibelakang ngasih makan ikan.
"Anin pamit dulu ya pak?"aku jongkok didepan kursi roda bapak,sejak beberapa bulan terakhir kondisi bapak menurun dan harus pakai kursi roda buat mobile dirumah.Kadang juga pakai tongkat tergantung mood dan kemauan bapak.
"Kereta jam berapa nduk?"bapak mengusap jilbabku lembut.
"Jam 2 siang,jaga kesehatan enjih pak, bulan depan long weekend nanti Anin pulang lagi"ucapku pada bapak.
"Sampai sana malam berarti?"ucap bapak.
"Jam 8 kalau nggak molor,nanti dijemput mas Radit kok."aku berusaha menenangkan bapak,padahal aku palingan naik taxi online banyak di stasiun.
"Ya udah,nek gitu bapak lego."
"enjih,ya udah Anin pamit pak."aku mencium tangan bapak dan mencium pipinya sekilas,lalu lanjut pamitan sama ibu,kestasiun biasanya aku dianter pak Supri,supir yang biasa disuruh sama bapak.
Aku sebenernya bukan putri kandung bapak dan ibu,aku ini anak rewang atau pembantu dirumah ini.Dulu almarhum ibuku kerja disini mulai dari masih gadis, menikah dan punya aku.Bapak meninggal saat aku masih dikandungan ibu dan ibu ikut menyusul saat usiaku 8 tahun.Sejak saat itu aku dirawat oleh bapak dan ibu. Beliau menyayangiku sama seperti anak kandungnya sendiri,nggak dibedakan antara aku,mbak Nanda dan mas Radit.Aku tidak pernah kekurangan kasih sayang dan materi dari bapak dan ibu,bahkan beliau selalu melimpahkan kasih sayang buatku. Mbak Nanda juga jarak kita 10 tahun tapi bisa seakrab sekarang,yang nggak terlalu akrab ya mas Radit.Jarak usia kita cuma 3 tahun,dulu jaman kecil itu kita akrab banget,suka main bareng.Tapi semenjak mulai SMA semuanya berubah,mas Radit jadi lebih pendiam,cuek dan bicara seperlunya padaku.Aku nggak tahu salahku dimana,salahku apa hingga dia bisa berubah seperti sekarang.Walau kita berada dalam satu kota yang sama tapi kita nggak pernah komunikasi apa lagi ketemu. Tapi jika ditanya bapak dan ibu,aku akan bilang sering ketemu mas Radit,begitu juga sebaiknya.Bohong memang tapi nggak apa-apa ini semuanya demi kebaikan menurut kita berdua.
*****
me
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.