Dia(end)🌿

255 15 3
                                        

Berita resignnya aku dari kantor sudah menyebar luas,banyak yang menyayangkan tapi ini adalah resiko karena sejak awal aku sudah tahu kalau salah dari kita harus resign.Aku dan pak Danu secara terang-terangan menghadap ke HRD kantor pusat untuk mengajukan resign langsung,
kita berikan alasan sebenernya.Diterima tapi juga sangat disayangkan,tapi mau gimana lagi itu sudah aturan perusahaan dan kita hanya mentaatinya.Setelah urusan resign selesai kita langsung ngebut ngurus pernikahan karena memang acaranya bulan depan.Keluarga pak Danu yang minta ingin disegerakan,kita sebagai anak muda manut aja sama orang tua.Acaranya nanti dibuat sederhana dipanti,kenapa milih panti karena pak Danu ingin kehidupan barunya dimulai dari sana seperti dulu ia memulainya.Keluarga pun setuju tidak ada yang keberatan,acaranya hanya dihadiri keluarga inti kedua belah pihak,sabahat dekat kedua mempelai karena memang kita berdua sepakat untuk tidak membuat acara pernikahan besar-besaran.Kita mikirnya buat acara sederhana saja dan nanti uangnya bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting.

Walau acaranya sederhana kita tetep buat konsep pernikahan sesuai keinginan kita,
tetep pakai MUA pilihanku,pakai adat jawa sesuai keinginan kita berdua,ada foto prewed juga yang akan dipajang dilokasi acara nanti.Kita hanya meminimalisir butget untuk undangan dan konsumsi dan ternyata lumayan juga,apa lagi burget konsumsi ternyata lumayan juga.Acara dihadiri tidak lebih dari 100 orang dari kedua belah pihak dan juga para sabahat.
Acara siraman,midodareni kita skip dan hanya ada acara pengajian yang kita gabungkan jadi satu,kita adakan di panti asuhan milik bu Mira.Sebenernya ayah dari pak Danu inginnya pesta pernikahan yang besar,tapi pak Danu dengan tegas menolaknya,sempet bersitegang juga tapi akhirnya ayah manut dengan keputusan yang sudah pak Danu ambil.

Kita berdua saat ini baru selesai berkunjung kemakam ibu dan juga beberapa keluarga pak Danu.Aku sudah mulai resign perhari ini jadi statusku sekarang adalah pengangguran.

"Habis ini kita kerumah ayah bentar nggak apa-apa kan dek?"kan panggilannya mulai berubah sejak beberapa hari yang lalu.

"Ada apa?mau berantem lagi?"aku baru tahu kalau pak Danu dan ayahnya sama-sama keras kepala,nggak ada yang mau ngalah.

"Enggak,ayah cuma bilang pengin ketemu."

"Beneran lho,awas kalau berantem lagi tak tinggal pulang."ancamku.

"Enggak bakalan dek."

Dari pemakaman sampai rumah ayah itu tidak jauh sekitar 10 menitan,kita tadi juga mampir ke panti buat memberikan sedikit hadiah untuk adik-adik yang ada disana.

"Assalamualaikum."ucap kamu berbarengan saat masuk kedalam rumah.

"Waalaikumsalam,ayo masuk ayah sudah nunggu didalam."mama yang menyambut kami,beliau adalah istri ayah sekarang.

"Mama sehat kan?"aku menyalami mama dan memeluknya sekilas.

"Alhamdulillah sehat,ayo masuk."mama mengarahkan kami untuk keruang keluarga,disana sudah ada ayah yang ternyata sudah menunggu.

"Maaf yah lama,tadi mampir ke makam ibu terus kepanti jadi lama."pak Danu yang berucap sebelum mencium punggung tangan ayah dan aku mengikutinya.

"Enggak apa-apa,sudah makan?"tanya ayah pada kita berdua.

"Sudah sarapan dirumah yah."jawabku pada Ayah,kalau pak Danu tadi sarapan dirumah Dinas katanya sebelum menjemputku.

"Nanti makan siang disini ya?bisa kan mas?"ayah bertanya pada mas Danu, beliau mulai paham kalau anak laki-lakinya nggak mudah untuk didekati.

"Iya,ayah nyuruh kita kesini ada apa?"pak Danu langsung bertanya tanpa basa-basi.

"Ayah cuma mau kasih ini."beliau menyerahkan satu amplop coklat besar pada pak Danu.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang