extrapart istri kedua

611 32 0
                                        


Tidak salah memberikan kesempatan kedua kepada bang Darma,sikapnya sudah mulai berubah,bahkan dia jadi lebih manis menurutku.Dia sudah nggak segan buat telfon atau chat duluan,sekarang jadi suka ngobrol,mulai dari urusan kerjaan,kadang sudah ngobrol tentang hal receh lainnya.
Senang sudah pasti,siapa yang nggak seneng jika suaminya berubah jadi lebih hangat seperti sekarang.Bapak dan ibu mertuaku juga bahagia melihat perubahan bang Darma,katanya sekarang kelihatan lebih hidup dan bahagia,semoga saja kebahagiaan selalu membersamai keluarga kecilku aamin ya rabbalalamin.

Sementara aku masih menempati rumah lamaku,bang Darma kadang nginep disini kadang nginep dirumah ibu.Rumah lamanya dengan mbak Ayu dulu atas kesepakatan bersama kita jual dan hasil penjualannya kita serahkan pada keluarga mbak Ayu,mau diapakan uang itu silahkan kita nggak mau ikut campur.Hari ini bang Darma pulang kerumah,setiap weekend dia akan selalu stay dirumah,kecuali ada panen atau hal penting lainnya dia akan stay dirumah ibu dan aku pasti akan ikut diboyong ke rumah ibu.Kami baru selesai makan malam dan aku sedang mulai packing brownies yang akan diambil besok pagi jam 6,tentunya dibantuin bang Darma.

"Dek betah nggak tinggal disini?"tanyaku pada Dini saat aku sedang membantunya packing pesanan kue.

"Tumben tanya gitu kenapa?"heran aja tanya gitu,padahal sudah sejak awal nikah aku tinggal disini,kenapa baru tanya hal ini sejak dulu nggak pernah tanya batinku.

"Enggak apa-apa,abang cuma mau mastiin kamu nyaman aja."aku takut kalau selama ini dia nggak nyaman tinggal dirumah ini.
Harusnya aku tanyakan sejak dulu tapi entah kenapa baru terucap sekarang.

"Awalnya mungkin nggak nyaman tapi setelah sekian lama akhirnya aku terbiasa dengan rumah ini,lingkungan sekitar rumah yang kondusif menurutku dan pasti hawanya yang sejuk buat aku nyaman.Tapi cuma satu yang buat aku nggak nyaman."
ucapanku berhenti sambil menatap wajah bang Darma sejenak.

"Apa yang buat nggak nyaman bilang sama abang."tanyaku penasaran.

"Aku nggak nyaman kalau kita harus LDM terus seperti sekarang ini,aneh aja rasanya harus berjauhan kaya gini.Tapi jujur aku lebih nyaman tinggal disini,lingkungan disini nggak tahu kalau aku pernah jadi istri kedua abang,sedangkan kalau aku ikut abang dirumah ibu,aku nggak siap dengan omongan jelek tentangku walau pun itu benar sekalipun.Tapi aku paham kerjaan abang banyak disana,aku juga paham kalau seorang istri juga harus manut sama suami tapi aku nyaman disini."ucapku pelan,
abang berjalan mendekat dan mendekap tubuhku erat,nyaman sudah pasti.

Aku mendekap erat tubuh mungilnya,aku paham akan kegelisahannya dan aku juga merasakannya hal yang sama.Kulepas pelukanku dan aku berjongkok mensejajarkan tubuhku dengan tubuhnya yang duduk dikursi ruang makan"maafin abang ya sudah buat kamu merasa nggak nyaman ditanah kelahiran kamu sendiri.
Disini abang yang salah dan mulai sekarang abang nggak mau egois lagi,kenyaman kamu adalah prioritas abang sekarang."
aku sungguh merasa bersalah atas semua kerumitan hidup yang Andini rasakan selama ini,salahku dan Ayu melibatkan dia dalam lingkaran rumah tangga kami.

"Tapi kerjaan abang gimana?"

"Kita mulai dari nol bersama abang nggak masalah kan?abang rencananya mau beli lahan buat distributor pupuk,pakan ternak,bibit dan lain sebagainya tapi masih belum ketemu lahan yang cocok"
sebenernya sudah beberapa kali lihat lokasi tapi belum ketemu lahan yang sreg.

"Kok abang nggak bilang?Terus sawah dan ladang gimana kalau abang tinggal disini?"
aku seneng dengan penuturan abang barusan tapi kepikiran tentang nasib kerjaan abang disana.

"Tenang aja semua sudah abang pasrahkan pada ayah,kita pakai sistem bagi hasil kok 60:40,sesekali aja abang kesana buat liat sawah dan ladang,selebihnya biar diatur sama ayah,kita terima beres pokoknya."

"Abang nggak rugi?"

"Kalau dibilang rugi ya enggak sich sudah abang perhitungkan semuanya,abang kan pemilik lahan dan yang kasih modal jadi dapat bagian 60% tapi ya gitu hasilnya tidak sebanyak biasanya.Apa lagi kalau pas lagi gagal panen ya mungkin nggak akan balik modal sama sekali karena kan kita bagi hasil sistemnya,nggak digarap sendiri seperti biasanya."bagiku dapat hasil sedikit nggak masalah,asal bisa deket istriku.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang